Kasus Pencurian Masih Tertinggi Diwilayah Hukum Polres Parimo

0
235

PARIMO matarakyatindo.com Sederat Kasus telah di tangani Polres Parigi Moutong, dalam kurun waktu 2 bulan sejak terakhir, kembali Merelease Kasus yang berhasil di ungkap Satreskrim Polres Parigi moutong Kamis 16/6/2022.

Kapolres Parimo AKBP Yudy Arto Wiyono di dampingi Kasat Reskrim Iptu Dicky Armana Surbakti dan Kasi Humas Iptu J Turangan, membeberkan sederet kasus yang telah berhasil di tangani Polres Parimo, dari kasus Curanmor,Curas, Ilegal loging, sampai dengan Kekerasan pada anak.

Dalam konferensi persnya, “kapolres mengungkapkan bahwa ada 15 orang tersangka yang kini kami sudah tahan di mapolres Parimo. Ke 15 orang tersengka dengan kasus yang berda dan juga menyita barang bukti (BB)dari hasil kejahatan para tersangka. Ungkap Yudy.

Barang bukti yang di sita diantaranya 10 unit roda 2, sepeda 1 unit, laptop 3 unit, TV 2 unit, Hp 4 buah, resifer parabola 1 buah, 1 ekor sapi, 75 jirigen solar, 2 buah drum plastik, 1 unit mobil truk,1 unit bus, 1 unit exavator, 79 buah bantalan kayu dan pakaian korban tindak kekerasan pada anak.

Kata Yudy, “keberhasilan ini atas kerja keras anggota satreskrim polres parimo. Dia juga menegaskan barang siapa yang melawan hukum di wilyah hukum polres parimo tidak pandang bulu dia akan tindak tegas. Ujar Yudy.

Lanjutnya, terkait kasus Curanmor, pencurian barang barang elektronik dan pencurian ternak, di wilayah hukum polres parimo. Sementara itu 3 pelaku curanmor juga spesialis pencurian ternak, 2 pelaku pencurian barang barang elektronik.

Para pelaku dikenakan pasal 363 sub pasal 362 KUHP junto pasal 55, 56 dan 65 KUHP pasal 406 KUHP dengan ancaman minimal tahun mslsimal 9 tahun penjara. Terangnya.

Ia juga menuturkan kasus ilegal loging ada 2 pelaku yang di amankan. Pelaku di kenakan pasal 83 ayat 1 huruf a dan b (UU) No.18 tahun 2013 tentanng pencegahan dan pembertasan perusakan hutan.

Sebagaimana perubahan pasal 37 angka 13 UU RI No 11 tahun 2020 tentang cipta kerja atau pasal 88 ayat 1 huruf a UU RI No 18 tahun 2013 tentang pencegahan perusakan hutan dengan ancaman pidana 5 tahun serta denda 500 juta rupiah dan paling banyak 2,5 miliar. Jelasnya.

Selanjutnya 1 pelaku ilegal pertambangan batuan atau galian C, yang terjadi di desa sidoan, di jerat pasal 158 UU No 3 tahun 2020 tentang perubahan UU No 4 tahun 2009 pertambangan mineral dan batubaru. Ancaman hukuman 5 tahun penjara denda 100 miliar rupiah.

Penyalagunaan minyak BBM jenis solar, modus para pelaku mengangkut BBM solar dengan bus penumpang BBM tersebut dia angkut dari kab sinjai sul-sel yang akan di jual ke kec. kasimbar, pasal yang di jerat ke 4 tersangka, pasal 55 UU RI No 22 tahun 2021tentang migas sebagaimana atas perubahan pasal 40 angka 9 UU RI No 11 tahun 2020 tentang cipta kerja dengan ancaman hukum 6 tahun penjara dan denda 60 miliar rupiah.

Kasus di Unit PPA tindak pidana kekerasan pada anak dibawah umur, yang dilakukan pelaku R alias F terhadap Haikal. Didesa kayuboko kec parigi barat. Modus sakit hati kepada kakak korban. Dan menggorok leher korban. Pelaku dijerat pasal 354 ayat 1 KUHP sub pasal 353 ayat 2 KUHP pidana diancam paling singkat 5 tahun dan paling lama 8 tahun penjara dengan denda 100 juta rupiah.

Serta kasus persetubuhan dibawah umur Yang di lakukan oleh RK terhadap SW (14) tahun, modus operandi pelaku dengan cara dipacari dan di iming iming untuk dinikahi pelaku namun tak kunjung di nikahi.

Sementara itu RK dilaporkan orang tua korban. Pelaku RK di jerat pasal 81ayat 2 UU RI 17 tahun 2016 Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Anak .junto pasal 65 ayat 1 KUHP dan di ancam pidana 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda 5 miliar rupiah.

Kapolres menghimbau bagi masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motornya untuk segera mengecek unitnya di polres parimo, dan membawa surat surat STNK dan BPKB untuk di cocokapan dengan unit hasil kejahatan curanmor. Tutup Kapolres.

 

DENI

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here