Kasus Perdata ‘Hutang’ Bupati Parimo, Nico Rantung Disebut Sebagai Perantara

0
621

PARIMO – matarakyatindo.com – Kasus perdata Bupati Parigi Moutong di Pengadilan Negeri (PN) Parigi atas dugaan ‘pinjam meminjam’ flus kepada sejumlah pengusaha di perhelatan Pilkada Parimo 2018 – 2023 kembali ‘menggema’.

Pasalnya, atas gugatan perdata sang pengusaha Hance Yohanes saat ini masih menggelinding di PN Parigi, dimana dalam sesi pemanggilan kedua terhadap tergugat (1) Samsurizal Tombolotutu belum menampakan jawaban yang terabdet bagi para kuli tinta di Parimo.

Oleh kuasa hukum pengusaha sebagai penggugat, Hartono SH MH mengakui jika gugatan yang di tujukan kepada orang nomor satu di Parimo itu tak lain untuk mengkroscek kembali soal dugaan ‘hutang’ terhadap sejumlah pengusaha.

“Kita lihat nanti bukti dipersidangan” kata Hartono SH MH.

Sebagaimana pernyataan kuasa hukum tergugat (1) Sahrudin Ariestal SH mengatakan bahwa gugatan perdata terhadap kliennya soal ‘pinjaman’ kepada pengusaha hanyalah mengada-ngada saja. Sedangkan ucapan kliennya sama sekali tidak membuktikan pernyataan meminjam kepada siapapun, ujarnya.

“Saya kurang setuju jika ada kata-kata pinjam. Persoalannya bahwa kata pinjam itu harus dibuktikan dengan penandatangan kerja sama diatas kertas. Sementara gugatan yang ditujukan terhadap kliennya itu belum ada dasar bukti yang jelas” terang Sahrudin.

Tapi, jika menarik asas praduga soal pinjam meminjam itu berawal dari keinginan Nico Rantung sebagai perantara memediasi sang pengusaha dengan orang nomor satu di Parimo saat itu.

Tapi, karena sang pengusaha telah menyambut positif cita-cita Samsurizal Tombolotutu membangun Parigi Moutong selama lima tahun kedepannya, sehingga timbul pernyataannya kepada Nico Rantung bahwa dirinya siap membantu pilkada Parimo 2018 – 2023.

“Untuk ucapan pinjam meminjam menurut saya sebagai kuasa tergugat hanyalah mengada-ngada. Dan Pak Bupati tidak pernah mengatakan minta bantuan kepada siapapun juga. Bantuan pilkada itu hanya melalui Nico sebagai tergugat (4) saat ini, yaitu yang bersifat cetakan alat peraga untuk dibawah ke salah satu percetakan dan ditanda tangani saudara Nico sendiri, bukan tanda tangan Bupati” Ungkap kuasa hukum tergugat (1) ini.

Ketika matarakyatindo.com mencoba menghubungi nomor Nico Rantung nomor 0812 5172 93xx tidak bisa dihubungi, “Silahkan tinggalkan pesan dan tujuan anda” bunyi jawaban dari nomor tersebut.

Reporter : SUMARDIN / DENI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here