Kasus PETI Buranga, Polisi Bergerak Cepat Tetapkan JD Sebagai Tersangka, Lainnya ‘Menyusul’

0
347

Liputan khusus : Sumardin (Pde)

PARIMO | matarakyatindo.com – Pasca terjadinya longsor tebing penambangan Emas Buranga Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong (Sulteng) menyebabkan beberapa korban meninggal, Polisi langsung ‘bergerak’ cepat telusuri kejadiannya.

Melalui konferensi pers, Jumat (12/3/2021) bertempat di belakang Kantor Mako Polres Parimo lokasi penyimpanan barang bukti, Kapolres Parimo AKBP Andi Batara Purwacaraka SH SIK di dampingi Kasat Reskrim AKP Donatus Kono SH SIK membeberkan hasilnya.

Menurut Kapolres, penanganan perkara penambangan emas tanpa ijin (peti) yang mengakibatkan terjadinya korban meninggal dunia lokasi tambang emas desa Buranga Kecamatan Ampibabo yang terjadi tanggal 14 Pebruari 2021 lalu sudah berproses.

Dalam hal hasil proses penyidikan kata Kapolres, yang dilakukan adalah pada saat melakukan Lidik (5) dan naik ketahap sidik, kemudian telah melakukan proses pemeriksaan sebanyak Delapan (8) orang saksi serta berkoordinasi dengan pijak Latfor dari Jakarta, yaitu ahli yang berasal dari IPB DR. Basuki Wasis, dimana dari tanggal 27 Pebruari, Tim dari Latfor datang lalu melakukan pengambilan sampel.

Sedangkan untuk barang bukti (BB) lanjut Kapolres Parimo, sudah dilakukan penyitaan alat berat jenis Ekscapator sebanyak empat buah yaitu, merek Volvo tiga buah dan satu jenis lainnya merek Dozan bersama dua unit mesin Dompeng merek ninja dan satu unit mesin Dompeng merek MTBA.

Untuk sementara lanjut Perwira yang terinspirasi penanaman kelor ini, untuk sementara tersangka yang sudah diamankan satu orang inisial JD, kemudian pihaknya masih melakukan perkembangan berdasarkan hasil pemeriksaan dari para saksi-saksi yang ada dan yang lainnya masih dalam proses pencarian.

“Rangkaian kedepannya segera akan dilakukan tahap Satu jika seandainya memang sudah dilakukan proses penangkapan terhadap orang yang dicari” terang AKBP Andi Batara Purwacaraka.

Ketika wartawan menanyakan soal tersangka lainnya apakah masih ada ? Jawab Kapolres, pihaknya (Polri) sudah menetapkan beberapa tersangka yang mungkin sebutan inisialnya, akan diproses lebih lanjut, dengan alasan karena hal itu mungkin menjaga kerahasiaan penyidik.

“Tersangka awal inisial JD saat ini sudah ada di rumah tahanan (rutan) Polres, dan tersangka adalah orang yang mengoperasikan alat berat tersebut. Untuk proses penyidikan, kita melakukan Sonic pasibel segera mungkin untuk proses tahap Satu di Kejaksaan, ” ujar Andi Batara.

Adapun Pasal yang disangkakan terhadap tersangka adalah pada pasal 98 ayat (1) dan ayat (3) UU nomor : 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta pasal 158 UU nomor : 3 tahun 2002 tentang perubahan atas UU nomor : 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan Batubara, pungkasnya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here