Kerja Marathon, Jaringan Listrik Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat Akhirnya Tersambung

0
91

JAKARTA | matarakyatindo.com – PT PLN (Persero) akhirnya telah merampungkan pembangunan interkoneksi sistem kelistrikan dari Sulawesi Barat sampai dengan Sulawesi Tengah.

Tersambungnya sistem kelistrikan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah ditandai dengan pengoperasian perdana terhadap jaringan transmisi bertegangan 150 kilo Volt ( kV) yang terbentang dari Gardu Induk (GI) 150 kV Mamuju Baru di Kabupaten Mamuju sampai dengan GI 150 kV Topoyo di Kabupaten Mamuju Tengah.

Menyusul beroperasinya transmisi 150 kV Topoyo – Pasangkayu dan GI 150 kV Topoyo pada tanggal 3 Oktober 2020.

Pengaliran listrik tersebut berhasil dilakukan setelah dioperasikannya Saluran Udara Tegangan Tinggi ( SUTT) pada Kamis, 22 Oktober 2020 dini hari pukul 02.00 WITA.

“SUTT itu buktikan interkoneksi dari selatan Sulawesi menuju ke barat dan tengah, dan menambah jaringan transmisi di Sulawesi dari yang sebelumnya 1 jalur jadi 2 jalur. Jalur kedua ini dibangun di sisi barat,” ujar Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi dan Kalimantan Syamsul Huda, dalam konferensi pers virtual yang dikutip dari Kompas.com, Jumat (23/10/2020).

Kehadiran 2 jaringan transmisi tersebut dinilai akan sangat membantu penyaluran daya listrik di Sulawesi bagian selatan dan tengah ketika salah satu jalurnya mengalami gangguan.

Seperti saat terjadi musibah gempa di Palu, Sulawesi Tengah pada September 2018, menyebabkan pembangkit besarnya rontok dan sambungan daya terganggu.

“Pasca gempa kita hanya andalkan satu sumber yang jalur timur. Kita hari ini merasa lega, karena ada 2 jalur dari sisi selatan ke kota Palu dan sekitarnya. Saya berharap masyarakat di Palu bisa sambut gegap gempita energize jalur barat, karena kebutuhan listrik bisa kita layani dengan baik,” tuturnya.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi Suroso memaparkan, SUTT baru yang menyambung dari Mamuju hingga Pasangkayu ini memiliki kapasitas sebesar 200 megawatt (MW).

Kapasitas tersebut diyakini mampu memfasilitasi beban puncak di Sulawesi Tengah hingga beberapa tahun mendatang.

“Beban puncak di Sulawesi Tengah mencapai 160 MW, sehingga kapasitas jalur barat ini lebih dari cukup untuk melayani kebutuhan beban pada saat ini serta perkiraan pertumbuhannya untuk beberapa tahun mendatang,” ucapnya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here