Ketua Komisi IV DPRD Parimo Mendatangi Disdikbud Provinsi Terkait Tehnik PPDB TP 2021

0
189

Liputan khusus : Sumardin (Pde)

PARIMO | matarakyatindo.com – Berlangsung secara Offline, seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA / SMK wilayah Kabupaten Parigi Moutong telah selesai dilaksanakan oleh pihak sekolah masing-masing.

Itupun terpantau belum bisa dipertimbangkan oleh pihak para wali murid, terkait sistim PPDB yang dilaksanakan pihak penerimaan calon peserta didik baru di SMAN 1 Parigi belum lama ini yang menggunakan sistim ‘lepas tangan’ karena pendaftaran diharuskan menyerahkan uang melalui salah satu Bank swasta.

Lantas, bagaimana tanggapan Ketua Komisi IV DPRD Parimo melihat sistim PPDB dimasa pandemi yang mengharuskan melakukan pendaftaran di salah satu Bank swasta ?

Ketua Komisi IV Fery Budiutomo sebagai mitra kerja Disdikbud saat ditemui wartawan media ini mengakui jika sistim Penerimaan PPDB di SMAN 1 Parigi yang dilakukan melalui salah satu Bank swasta di Parigi adalah bukan solusi terbaik.

“Sistim ini tidak menemui solusinya, sehingga kami sebagai mitra kerja Disdikbud menilai keliru dan hanya menyulitkan para wali siswa dimasa pandemi covid-19 saat ini” ujar Fery.

Untuk mencari pembenaran soal tehnik PPDB di SMAN 1 Parigi yang menuai protes orang tua siswa sebagaimana pemberitaan awal media ini edisi Juni lalu, pihaknya dari Komisi IV didampingi Sekertaris Dewan Hj Hartati SE langsung melakukan konsultasi di kantor Disdikbud provinsi Sulawesi Tengah di Palu (29/6/2021) terang Fery Budiutomo.

Dia katakan, berdasarkan hasil pertemuannya yang berlangsung diruang kerja Kepala Bidang SMA / SMK di kantor Disdikbud provinsi, ternyata sistim PPDB di SMAN 1 Parigi ‘melanggar’ aturan juknisnya, sehingga pihak sekolah di Parigi langsung memberhentikan cara penerimaannya karena telah ditegur langsung pihak Disdikbud.

Berikut hasil konsultasi awal sebelum pihak Komisi IV DPRD Parimo bertemu

Ketua Komisi IV berpesan, sebaiknya pihak sekolah sesegera mungkin melakukan koordinasi dengan pihak Komite untuk memutuskan ketentuannya, dengan harapan agar tidak menyusahkan para wali murid mengingat saat ini masih dalam suasana pandemi covid-19, urainya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here