Ketua LSM FORMAT Sulteng Mengutuk Keras Kasus “Darah Haid” oleh Ibu Kades Siaga

0
784

Parimo – matarakyatindo.com Kasus Pengepelan Darah Haid diwajah terhadap Pengurus WIA (Wanita Islam Alkhairaat) yang terjadi di Desa Siaga Kecamatan Tinombo Selatan, nampaknya akan berbuntut panjang, kejadian ini merupakan kisah yang memalukan, hal tersebut hingga membuat Ketua LSM FORMAT Provinsi Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo angkat bicara. Parimo, Senis (17/06/2019).

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) FORMAT (Forum Masyarakat Penyelamat) Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap korban yang dilakukan oleh Ibu Kepala Desa Siaga, Asmawati

Isram Said Lolo sangat mengecam dan mengutuk keras kejadian yang tidak manusiawi tersebut, yang dilakukan oleh Ibu Kepala Desa Siaga Kecamatan Tinombo Selatan

“Yang pertama kami mengecam dan mengutuk keras kejadian yang tidak manusiawi tersebut, terlebih Ibu Kepala Desa Asmawati merupakan Pelayan Publik yakni Ketua TP. PKK Desa Siaga, yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakatnya” Ujar Isram

“Kedua Direktur Format menyayangkan sikap pelaku yg diduga justru hanya memperlihatkan sikap keangkuhannya tanpa ada i’tikat baik meminta maaf pada korban apalagi dihari lebaran. Padahal itu moment yg tepat utk menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan” Tambahnya.

Dirinya berharap, bahwa kejadian ini untuk tetap di proses di meja hukum, agar bisa menjadi pelajaran untuk yang lainnya, agar mereka yang memiki jabatan tidak semene-mena apalagi harus membuat hal yang tidak manusia tersebut.

“Terakhir Kami mendesak pihak Polsek Tinombo untuk segera memproses hukum kasus tersebut” Tutup Direktur Format, Isram Said Lolo

Sebelumnya Wanita yang menjadi korban “Pengepelan Darah Haid” diwajah adalah Ibu  Samiyah yang juga merupakan Pengurus WIA (Wanita Islam Alkhairaat) Desa Siaga Kecamatan Tinombo Selatan Kabupaten Parigi Moutong.

Menurut pengakuan korban kepada media, bahwa kejadian ini berawal di saat dirinya mengumumkan Jadwal Acara Zikiran Bulanan tingkat Kecamatan yang di jadwalkan di Desa siaga. Pengumuman tersebut di umumkan oleh korban melalui speaker masjid yang kebetulan berada didepan rumah Pelaku.

“Waktu itu saya mengumumkan acara Zikiran pada pagi hari, Rabu, (15/05/2019) dan saya mengundang ibu Kepala Desa, ibu Sekdes, dan ibu Ketua WIA Kecamatan Tinomobo Selatan untuk hadir dalam kegiatan Zikiran tersebut” Ujar Korban.

Diduga pelaku merasa tersinggung karena namanya di panggil di Speaker TOA Masjid, maka pelaku pun langsung membawa celana yang sudah di basuh dengan darah haid pelaku menuju halaman masjid.

“Saat saya keluar, kain darah haid pelaku itu di basuhkan di wajah saya, padahal saat itu saya sudah minta maaf” Ungkap Korban.

“Waktu kejadian itu saya sedang puasa, dan sudah minta maaf, tapi permintaan maaf saya tidak diterima oleh pelaku” Tambah Korban.

Reporter : Yunus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: Content is protected !!