Kisah Kakek Malalang Hidup Sebatang Kara di Gubuk Tuanya

0
540

Parimo – matarakyatindo.com Rumah itu terlihat sangat reyot dengan atap yang sudah terlepas. Begitu juga dengan pintu dan jendelanya yang hanya ditutupi dengan anyaman bambu. Tanaman liar tumbuh merambat mengelilingi rumah tersebut. Sebuah kondisi yang jauh dari kata layak untuk dijadikan tempat tinggal.

Namun, siapa sangka di dalam rumah reyot dan kumuh itu tinggal seorang pria renta yang hidup sebatang kara. Adalah Kolongge, kakek berusia 78 tahun yang menghabiskan masa tuanya di rumah reyot yang berlokasi di Desa Malalang, Mepanga, Parigi Moutong.

Nahasnya, Kolongge yang mulai sakit-sakitan dan hidup sebatang kara. Sampai akhirnya keberadaan Kolongge menjadi viral setelah foto tempat tinggalnya diunggah ke media sosial.

Dia hanya memiliki satu piring, satu sendok dan satu ember untuk mencuci. Terkadang makan pun dikasih oleh tetangga.

Kolongge adalah sosok orang tua kesepian, hidup sendiri tanpa kasih sayang dari keluarga terdekatnya. Hanya ada para tetangga yang masih baik kepadanya,

Hal tersebut mengingatkan Organisasi IPPS (Ikatan Pemuda Peduli Sesama) untuk menghargai orang tua selagi masih ada, menyayangi mereka, merawat mereka di masa tua, seperti mereka menyayangi kita di masa kecil.

“Sebagai manusia, kita harus berbuat baik kepada orang tua, jangan biarkan orang tua kita seperti Kakek Kolongge yang terpaksa harus hidup sebatang kara,” ujar Anwar, Rabu (23/01/2019).

Anwar menambahkan bahwa Kakek Kolongge cuma butuh donatur dari masyarakat, berupa paku, kayu, seng, dan barang logistik lain, sehingga kakek kolongge mendapat tempat yg nyaman.

Reporter : Jerry Tendean

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here