Komisi II DPRD Parimo Panggil Sebelas Pengelola SPBU, Moh Zain Sebut Ada 2 Faktor Peyebabnya

0
103
Ketua Komisi II DPRD Kab. Parimo Moh Zain

PARIMOmatarakyatindo.com Melalui Komisi II DPRD Kabupaten Parigi Moutong (PARIMO) Sulawesi Tengah memanggil para pengelola SPBU separimo untuk menggelar Ruang Dengar Pendapat (RDP) di kantor DPRD Kabupaten Parimo Senin 26/9/2022.

Dalam agenda RDP bersama 11 pengelola SPBU, menanyakan tentang sistem pelayanan jerigen yang masih curat marut ditengah kenaikan BBM, hingga timbulnya permasalah Bahan Bakar Minyak ( BBM ) subsidi jenis solar.

“RDP yang dilaksanakan bersama bidang ekonomi dan perindag, mencari solusi apa sebagai langkah tegas pemerintah daerah Kabupaten Parimo dalam mengantisipasi adanya kecurangan oknum mafia BBM bersubsidi.

Sebagai perwakilan rakyat komisi II dan mitra kerjanya. Menanyakan kepada pengelola SPBU yang masih terjadi kelangkaan BBM bersubsidi. guna menyikap permasalahan yang di akibatkan adanya sistem pelayan jerigen di SPBU kepada kalangan masyarakat petani dan nelayan.

RDP Bersama 3 Di Ruang Aspirasi DPRD Kab. Parimo

Pada RDP yang di pimpin ketua komisi II Moh Zain. Mengatakan bahwa terjadi permasalahan ini, ada dua faktor yaitu adanya tambang dan tambak. Ini yang menjadi permasalahan di wilayah SPBU Kec. Kasimbar.

Sistem ini yang mengakibatkan buruknya pelayanan di SPBU, sehingga dia menduga ada oknum-oknum yang mengiterfensi pihak SPBU. Ubtuk meraup keuntungan pribadi. Kata Zain.

“Kemudian, ia juga menyapaikan bahwa pihak SPBU juga ada kerjasama dengan oknum tersebut. Sehingga ini menjadi permasalahan yangbsering terjadi di wilayah tersebut.

Sebab menurutnya untuk di SPBU Kasimbar tidak hanya oknum-oknum yang jadi mafia BBM bersubsidi. namun akan tetapi juga pihak SPBU dan operator pun ikut terlibat. Ucapnya.

Zain mengungkapkan bahwa BBM jenis solar tidak langkah. Akan tetapi permainan antara pihak SPBU dan mafialah sehingga terjadinya kesulitan bagi masyarakat petani untuk mendapatkan BBM subsidi (Solar). Jelasnya.

Ia, menambahkan hari ini kami momisi II memanggil ke 11 pengelola SPBU. namun yang hadir hanya ada 3 SPBU saja, yakni SPBU Mensung, SPBU kasimbar dan SPBU Toboli. Zain berujar kami DPRD tidak menhetahui dengan pasti. 8 pengelola SPBU tidak memenuhi panggilan untuk hadir. Tambah Zain.

Akan tetapi kami juga akan mengundang kembali mereka yang tidak hadir. Apa bila undangan yang kedua kalinya tidak di indahkan, udangan yang ke tiga kalinya akan di lakukan panggilan paksa bersama penagak hukum. Terangnya.

Sementara itu. Anggota komisi II H Suardi. Menegaskan untuk mendapatkan BBM subsidi masyarakat petani harus merogok koceh lebih dalam pasalnya harga yang di tawarkan cukup tinggi untuk perjerigennya saja Rp 400 ribu hingga Rp 450 ribu.

Padahal menurutnya masyarakat petani sudah ada rekomendasi namun memang masih ada oknum nakal yang sengaja bermain. Ini yang jadi perhatian kami bersama pemda parimo. Kami berharap dari hasil RDP ini akan kami sampaikan bersama pemda agar ada solusi dari permasalahan BBM bersubsidi. Ungkapnya.

 

DENI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here