Kontraktor Pekerjaan Pembangunan GOR Dinilai Lamban, Wakil Ketua Dekab Angkat Bicara

0
373

PARIMO || matarakyat.indo.com – Pembangunan Gelanggang Olahraga atas inisiatif Pemerintah daerah dan akan menjadi Ikon Masyarakat Parimo ternyata masih lamban dalam progres pekerjaannya.

Hal ini dibuktikan ketika Wakil Ketua Satu Dewan Kabupaten (Dekab) Faisan Badja melakukan monitoring progres pekerjaan pembangunan sarana Gedung Olahraga (GOR) yang terletak di desa Jono Kalora Kecamatan Parigi, Rabu (11/12/2019).

Dalam kunjungannya, politisi Gerindra Parimo ini menilai jika pihak kontraktor tidak fokus dalam penyelesaian pekerjaannya. Apalagi saat ini sudah berada pada akhir tahun sehingga dinilai masih lambat untuk penyelesaiannya.

Menurut Bendahara Umum Partai Gerindra ini, seharusnya progres penyelesaian proyek ini harus sesuai jadwal. Apalagi dana yang digerus hampir Rp1 M yang bersumber dari DAK mencapai Rp 9.963.200.000.

“Nilainya cukup besar, tapi progresnya seakan jalan di tempat karena kontraktornya tidak serius menanganinya. Hal ini bisa dilihat dari progres pekerjaan yang baru mencapai 50%.

Faisan meyakini pihak kontraktor tak serius menangani pekerjaan pembangunan sarana olahraga. Makanya sudah harus dievaluasi karena pekerjaan ini berakhir di bulan Desember 2019.

“Kami juga sudah warning kepihak pengawas pekerjaan untuk melanjutkan sisa pekerjaan” tandasnya pada sejumlah awak media.

Lebih jauh Faisan menyatakan, pembangunan GOR ini merupakan bantuan program Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk seluruh Indonesia. Jadi Dispora Parimo harus mengambil sikap.

Bila pekerjaan ini belum rampung hingga akhir bulan Desember, maka akan ada penambahan waktu 50 hari kerja. Itupun berdasarkan permintaan pihak pengawas pekerjaan. Namun bila waktu yang di berikan tak kunjung selesai, maka DPRD akan mengambil langkah tegas, ujarnya.

Untuk memperjelas keterlambatan ini, pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil instansi terkait dengan menghadirkan kontraktor proyek tersebut. Sebab, proyek ini bantuan dari Kemenpora sehingga harus diseriusi, jika tidak maka Pemda Parigi Moutong harus berkoordinasi dengan Kemenpora, untuk mencari solusinya.

Karena itu kedepannya kontraktor yang bermasalah dan tidak serius mengerjakan pekerjaan harus diblack list. Ini dilakukan agar seluruh proyek di Kabupaten Parigi Moutong untuk kedepan dapat dikerjakan sesuai perencanaan dan selesai tepat waktu, tekannya.

Reporter : Deni
Editor : P’de

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here