Korupsi Dana Desa, Kepala Desa Monano Gorontalo di Tahan Polisi

0
838

Gorontalo, Gorut – matarakyatindo.com – Dugaan Kasus Korupsi Dana Desa, Kepala Desa Monano, Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara Di Tahan Polisi.

Berdasarkan Surat Perintah Penahanan : No.Sp Han/48/ VII/2019/Reskrim tanggal 5 juli 2019 penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Gorontalo, Kepala Desa Monano Menjalani masa kurungan Selama 20 Hari di Polres Gorontalo,” Jum’at (5/06/2019).

Pasalnya, Dugaan Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan oleh Kepala Desa Monano Drs. Aziz Said tersebut telah di Nilai Merugikan Keuangan Negara Sebesar Rp. 192.209.229.64 (Seratus Sembilan Puluh Dua Juta Dua Ratus Sembilan Ribu Dua Ratus Dua Puluh Sembilan Enam Puluh Empat Rupiah), dan Sudah Sesuai dengan Hasil Audit BPKP Perwakilan Gorontalo.

Sebelummya Pengelolaan Dana Desa Monano Pada Tahun 2018 Sebesar Rp. 693.273.000.

Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan Kepala Desa Monano itu di sebabkan mengambil Seluruh Anggaran Desa dari tangan Bendahara Desa, dan juga tidak memfungsikan Aparat Desa lainnya, kemudian mengerjakan setiap Item Pekerjaan Fisik tidak sesuai Juknis dan mekanisme dalam pengelolaan Dana Desa, Serta Melakukan Pekerjaan Pembangunan Fisik tidak sesuai dengan Recana Anggaran Biaya (RAB) dan Gambar. dan juga tidak dapat menunjukan Surat Pertanggung Jawab (SPJ).

AKP Kukuh Ismail, SH Selaku Kasat Reskrim Polres Gorontalo Mengatakan saat di konfirmasi di rumah tahanan Polres Gorontalo Bahwa Modus Operandi Atau perbuatan yang melawan Hukum yang dilakukan oleh tersangka antara lain, mengambil alih pekerjaan yang menggunakan Dana Desa, pengelolaan Dana Desa tidak melibatkan Aparat Desa lainnya.

“Atas Perbuatannya tersangka Drs.Aziz Said disangka Melangar Pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) (2) (3) Undang-Undang 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KHUP,”. Terangnya.

Sementara Hal Yang sama di tambahkan oleh Kanit 3 Tipikor Polres Gorontalo, Bripka Ismail Boudello, SH mengatakan Kasus Ini terungkap berdasarkan dari Hasil Laporan Masyarakat.

“Ya, Perkara ini kami proses setelah mendapat laporan Masyarakat yang dituangkan dalam laporan polisi nomor : Lp/106/III/2019. Reskrim, tanggal 21 Maret 2019 dan Surat Perintah Penyeledikan No : SP. Sidik/68/III/2019 Reskrim, kata Ismail saat mendampingi Kasat Reskrim,” Pungkas Arsyad.

Artikel Ini Sebelumnya telah terbit di Gorontaloonline.Info dengan Judul : Lagi, Kades Ditahan Polisi Akibat Dugaan Korupsi Dana Desa.

Editor : Ramlan Tangahu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here