Korupsi DD Desa Ogoalas, Dua Orang Mendekam Dirutan Olaya Parigi

0
1040
Foto : (Ist) Dua Tersangka Kasus Korupsi DD Desa Ogoalas Kec. Tinombo Saat Digiring Kerutan Kelas III Parigi

PARIMO, matarakyatindo.com – Cabang Kejaksaan Negeri Parigi Moutong di Tinombo Menahan Dua orang sebagai Tersangka dalam kasus korupsi Dana Desa (DD) yang merugikan keuangan negara, kedua tersangka sebelumnya telah ditetapkan berdasarkan hasil gelar perkara Tim Penyidik, di mana sudah sesuai alat bukti yang cukup.

Kedua Tersangka dinyatakan bersalah pasalnya telah meyebabkan adanya kerugian negara yang akibat ditimbulkan oleh para tersangka, Kepada media ini, Kamis 3 November 2022.

“Kacabjari Tinombo Fauzipaksi SH, melalui Kasubsi Tindak Pidana Muhtar Efendi, S.H. mengutarakan terkait pemeriksaan Tersangka dan barang bukti sekaligus penahanan terhadap dua orang Tersangka yang diduga melakukan tindak pidana Korupsi Penyalahgunaan dan Penyimpangan dalam Pengelolaan APBDesa Desa Ogoalas Kecamatan Tinombo Tahun Anggaran 2018, 2019 dan 2020, oleh Penyidik Cabjari Tinombo

Kata Muhtar, para Tersangka, di antaranya (MR) Mantan Kades Ogoalas dan SR (Istri MR) para Tersangka masing-masing disangka melanggar Primair Pasal 2 Jo. Pasal 18 Ayat (1) huruf a dan b,(2),(3) Undang-Undang RI No.31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana Jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana, Subsidair Pasal 3 Jo. Pasal 18 Ayat (1) huruf a dan b,(2),(3) Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No. 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana Jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana. jelasnya.

Dia menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan berkas oleh Penuntut Umum, diperoleh bukti yang cukup, para Tersangka diduga keras melakukan tindak pidana yang dapat dikenakan penahanan dan dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak dan menghilangkan barang bukti atau mengulangi tindak pidana.”Sebutnya.

“Muhtar menambahkan, syarat-syarat yang telah ditentukan oleh Undang-Undang, dan tingkat penyelesaian perkara, keadaan Tersangka, situasi masyarakat setempat telah terpenuhi, sehingga dipandang perlu untuk melakukan serta melanjutkan penahanan kepada para tersangka. Tambahnya.

“Ia menuturkan, terkait dengan penahanan para Tersangka dilakukan penahanan dengan ketentuan bahwa akan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Klas III A Parigi selama dua puluh hari terhitung mulai tanggal 03 November s/d 22 November 2022. Tutur dia.

Lebih lanjut, Kerugian Negara yang ditimbulkan sebesar Rp 638.165.661,00 juta ini sudah berdasarkan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara oleh Inspektorat.

Saat ini Tim JPU dalam tahapan menyusun dakwaan para Tersangka untuk segera melimpahkan perkara ke Pengadilan Tipikor. Pungkas Muhtar yang juga selaku Ketua Tim Penuntut Umum

DENI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here