Lagi Fraksi Toraranga Masih ‘Memanas’ Karena PAN & PPP Ingin Pisah jika Negosiasi Belum Terpenuhi

0
229

PARIMO | matarakyatindo.com – Telah memasuki dua pekan, tiga Parpol yang tergabung Fraksi Toraranga yaitu Golkar 3 kader, PAN 3 kader dan PPP 1 kader ternyata belum bisa menyatukan misi sebagai Fraksi yang ‘tajam’ di Dewan Kabupaten.

Pasalnya, ada dua partai politik di Fraksi Toraranga masing-masing PAN dan PPP dengan terang-terangan ‘bakal’ mengakhiri pertemanan dalam satu fraksi karena sesuatu hal yang dinilai kedua fraksi ini seperti kehilangan misinya.

“Kami beranggapan bahwa penyatuan PAN dan Golkar di Fraksi Toraranga sudah tidak sejalan karena ada hal-hal yang belum sejalan, termasuk penyusunan pandangan fraksi yang akan dilaporkan saat ini” kata Saiful Bahri SH politisi PAN ini dengan tegas.

Menurutnya, mundurnya PAN sudah diperhitungkan matang-matang. Pasalnya, selama ini sepertinya tidak ada keterlibatan PAN saat mendesain laporan fraksi. Padahal di fraksi Toraranga itu dinaungi tiga parpol, dan bukan satu parpol, jelasnya di Paripurna, Kamis (18/11/2021).

Demikian pula pernyataan politisi PPP Drs Masrin Said SPi di Paripurna. Menurutnya, fraksi Toraranga harus memiliki kekuatan bersama dalam menyatukan misi saat menyusun laporan.

“Karena hal inilah sehingga saya dari PPP juga ikut mundur dari fraksi Toraranga karena kepala burung sudah menyatakan mundur” kata mantan Kadis Perikanan dan Kelautan ini.

Perseteruan ketiga parpol ini ternyata mendapat sahutan dingin dari Drs H. Suardi politisi Demokrat yang belum menginginkan adanya ‘perceraian’ dari fraksi Toraranga.

“Kami berharap kiranya dari kekuatan Fraksi Toraranga dapat berlanjut dahulu karena sesuai aturannya, kurang lebih bulan Maret 2022 mendatang sudah dilakukan pergantian Ketua Fraksi. Ayo berikanlah kesempatan ini” pintanya.

Sementara, Ketua Fraksi Toraranga Lely Pariani SH (Golkar) menjawab, apa yang menjadi keputusan dari dua parpol itu sudah menjadi hak keduanya. Namun berdasarkan UU yang ada, seharusnya penyatuan fraksi harus sampai pada batas yang ditentukan.

“Kalau sudah waktunya kami dari Golkar siap melepas unsur pimpinan yang ada, asal janganlah diumpamakan seperti kepala burung yang ‘hilang’. Nanti kita bicarakan secara damai dan hati dingin” kata Leli dengan nada rendahnya.

Melihat keadaan di Paripurna masih tarik ulur soal penghapusan Fraksi Toraranga, Pimpinan Sidang Faisan Badja langsung memberikan solusi yaitu menunda persidangan selama 15 menit sebagai upaya mencari solusi damai ketiga parpol tersebut.

Wartawan : Pde / Den

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here