Lakukan Pasal 351, Warga Lagarutu di Amankan Aparat Polres Palu

0
223

PALU || matarakyatindo.com – Kepolisian Resor (Polres) Palu kembali berhasil mengungkap Kasus penikaman atau penganiayaan yang terjadi pada tanggal 21 November sekira pukul 18.00 Wita di mana Tempat kejadian perkaranya (TKP) nya di bilangan Jalan Lagarutu kelurahan Tanamodindi, Kota Palu.

Hal itu berdasarkan Laporan (LP) B-17/2017/XI/2019/Sulteng/Resor Palu/tanggal 21 November 2019, dengan tersangka bernama Adham (26) pekerjaan wiraswasta yang beralamat di Jalan Lagarutu, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

“Awal mulanya, pelaku hendak pergi sholat di Masjdi An Namira, tepat didepan rumahnya. Ketika melihat korban melintas didepan rumahnya, yang saat itu juga sholat di mesjid itu, berselang dari situ, pelaku mengambil sebilah parang samurai dari kamarnya, kemudian menunggu korban usai sholat, dan menghadangnya sembari membacok (menikam) sebanyak 2 kali dibagian tubuh belakang,” ungkap Kapolres Palu AKBP Moch.Sholeh SH, MH melalui press relesnya, Jum’at Siang (22/11/2019).

Korban diketahui bernama Akbar (23) warga Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, pun lanjut Kapolres menjelaskan kronologinya, melarikan diri ke arah Mesjid untuk meminta pertolongan, sedangkan pelaku kabur kearah Jalan Merpati, lalu sekitar pukul 20.00 Wita pelaku berhasil diamankan Aparat kepolisian atas laporan warga. Akibat dari perbuatan itu, korban mengalami luka bacok dibagian tangan kiri dan belakang.

“Motif Pelaku berdasar laporan melakukan penganiyaan atas di dasarkan kecemburuan, karena kabar bahwa istri pelaku berselingkuh, serta ada yang melihat sedang berduaan dengan si korban,” ucap Kapolres.

Dari tangan tersangka, berhasil diamankan barang bukti (babuk) 1(satu) bilah parang samurai yang terbuat dari besi putih, bergagang kayu berwarna coklat yang dilengkapi dengan sarungnya, yang juga berwarna serupa.

“Olehnya itu atas perbuatanya, pelaku disangkakan pasal berlapis yakni pasal 351 ayat (2), dan 353 ayat (1) dan (2) KUHP Pidana, penganiyaan yang mengakibatkan korban luka berat, dihukum selama-lamanya selama 5 tahun penjara,” tegas AKBP Moch Sholeh.

Reporter : BIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here