Lecehkan Profesi Wartawan, Pegawai Inspektorat Parimo Ini Bisa di Pidana

0
509

Parimo – matarakyatindo.com Sebagian besar Wartawan Media Cetak dan Online Sulawesi Tengah mengecam pernyataan Indarti ditengah rapat pembahasan temuan LHP BPK oleh Panitia Khusus (Pansus) bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa, (18/6/2019) yang dianggap penghinaan terhadap profesi wartawan.

Indarti yang juga sebagai Kasubag Evaluasi dan Program Inspektorat Parigi Moutong tersebut berpotensi dapat dipidanakan.

“Penyataan Indarti ditengah rapat pembahasan temuan LHP BPK oleh Panitia Khusus (Pansus) bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah, sungguh menyayat perasaan kami sebagai pekerja media,” ujar Tommy Noho sebagai wartawan senior di Parigi Moutong, Selasa (18/06).

Menurut dia, pernyataan Indarti ini bisa masuk dalam ranah pidana, karena telah menghina profesi wartawan dengan menyebut wartawan menulis berita “Asal-Asalan”

Dia mengatakan, Indonesia adalah negara hukum, maka pernyataan Aparatur Negara tersebut dapat dipidanakan dengan merujuk pada Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pencemaran nama baik diatur dalam Pasal 310 ayat (1) KUHP. Ancaman pidananya maksimal sembilan bulan dan pada ayat (2) ancaman pidananya maksimal satu tahun empat bulan.

“Untuk fitnah, diatur pada Pasal 311 KUHP dengan ancaman penjara maksimal empat tahun,” kata Tommy, sapaan akrabnya.

Dirinya bersama wartawan lainnya mendesak aparat kepolisian menindaklanjuti perkara hukum yang dilakukan Indarti terkait ucapannya yang telah menghina profesi wartawan. Pasalnya, tugas jurnalis telah dilindungi oleh Undang Undang.

“Daerah ini bisa terkenal karena media. Jangan para pejabatnya merasa terkenal dan berkuasa, malah menginjak-injak profesi kami. Ini tidak bisa dibiarkan,” kata Tommy.

Untuk itu, kami sebagai Jurnalis meminta aparat kepolisian menindaklanjuti pasal penghinaan yang dilakukan Indarti terhadap insan pers.

Reporter : Yunus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here