Lima Nelayan Pelaku Ilegal Fishing Asal Popayato – Gorontalo Akhirnya Jadi Tahanan Jaksa

0
602

PARIMO | matarakyatindo.com – Lima orang nelayan asal Popayato provinsi Gorontalo sebagai pelaku ilegal fishing (bom ikan) akhirnya diserahkan penyidik Kepolisian kepada pihak Kejaksaan Negeri Parigi Moutong setelah pelimpahan berkas dinyatakan lengkap (P-21).

Kajari Parigi Moutong melalui Kepala Seksi Pidana Umum (KASIPIDUM) Andi Sudirman SH menerima berkas perkara ilegal fishing yang telah di tetapkan Ditpolairud Polda Sulteng dalam berkas tahap 2 yaitu penyerahan tanggung jawab tersangka dan brang bukti yang sudah ditetapkan lebih dahulu oleh penyidik Polri.

“Dalam pemeriksaan terhadap lima pelaku, turut disita barang bukti (BB) berupa botol bom siap diledakan, aki, ikan hasil bom, mesin tempel, alat selam dan kapal yang mereka gunakan” jelas Andi Sudirman Kamis (31/10/2019).

Di katakannya, penetapan tersangka ini berdasarkan laporan warga desa sibatang kepada DitPolairud Polda Sulteng Sabtu 12 Oktober 2019 LP / 305 / X / 2019 / Ditpolairud, adanya pelaku bom ikan yang sering terjadi di perairan laut mereka, sehingga Polairud Polda Sulteng ketika menerima laporan warga setempat langsung melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap para pelaku ilegal fishing.

Dari hasil pengembangannya, Polairud Polda Sulteng melimpahkan berkas perkara ke Kejari Parimo untuk dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka, sehingga kelimanya ditetapkan tersangka karena cukup alat bukti, terangnya.

“Selanjutnya, ke lima orang pelaku kami jerat dengan pasal 84 ayat (1) dan pasal 100 B jo pasal 8 ayat (1) undang-undang RI Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan pidana penjara paling lama 6 tahun kurungan” jelasnya.

Reporter : Deni Rinaldi

Editor : P’De Husain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here