LSKH Pimpinan Arianto Matompo ‘Kritik’ Kinerja KPU – Bawaslu Parigi Moutong

0
488
kegiatan Audiens Rumah Pintar Pemilu atas inisiasi KPU Parimo (Foto : Deni)

PARIMO – matarakyatindo.com – Sumbangsi pikiran yang terucap oleh Arianto Matompo SH selaku penggerak Lembaga Studi Kajian Hukum (LSKH) terhadap kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Parimo bisa menjadi catatan penting untuk dikaji.

Pasalnya, dalam kegiatan Audiens Rumah Pintar Pemilu atas inisiasi KPU Parimo, ditafsirkan terlalu banyak ikut andil dalam urusan teknis, “Selain soal DPT, saya mau kritik KPU, karena penyelenggara KPU terlalu terlibat dalam soal teknis. Seolah-olah pemilu itu cuma urusan teknis” kata dia.

Arianto katakan, KPU jangan cuma sebatas kegiatan-kegiatan teknis. Akan tapi wajib membangun rasa ingin memiliki terhadap hak politik para wajib pilih jika ingin partisipasi pemilu meningkat. Tapi dirinya menilai bahwa selama ini yang ada hanya sebatas kegiatan seremoni sebatas Ibu kota Kabupaten, sementara di pelosok desa, belum terpantau, ujarnya di warung kopi sore ini.

Arianto Matompo SH selaku penggerak Lembaga Studi Kajian Hukum (LSKH) (Foto : Deni)

Sebagai praktisi di LSKH, kinerja KPU harusnya lebih eksen lagi untuk menghindari jebakan pada program dalam dipa. Akan tetapi, bagaimana tehnis membangunan sinergitas dengan semua pemangku kepentingan, terutama yang harus diperhatikan oleh KPU adalah menyoal etika.

Bawaslu juga wajib hukumnya bertanggung jawab atas partisipasi pemilih, karena Bawaslu harus memastikan bahwa hak-hak politik warga negara tidak dilanggar atau terabaikan.

“Jangan hanya setiap tahapan yang di incar itu adalah ASN dengan dalil netralitas, jadi ini penting untuk di pahami”, tegasnya.

Lantas apa kata pemerhati Parimo ketika menelisik kinerja KPU – Bawaslu Parimo yang dinilai hasil kerjanya masih sebatas ‘seremoni’ saja.

Menurut H. Sukri Tjakunu, justru kinerja KPU – Bawaslu harusnya menjadi urgensi untuk mengedepankan rasa kepedulian terhadap hak pemilih. Jika ini menjadi pilihan mereka, dimungkinkan untuk jebakan dalam Dipa tidak akan terekspos. Asalkan bekerja sesuai manfaatnya.

“Saya salut kalau ada kritikan seperti ini, sehingga semuanya tidak akan menjadi batu sandungan sebagaimana presentase kinerja KPU – Bawaslu selama ini dipublikasikan kemasyarakat” pungkasnya.

Reporter : Deni

Editor : Sumardin || Pde

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here