Masyarakat Desa Bugis Sesalkan Sikap Kades Tidak Transparansi Soal Dana Desa

0
316

Parimo, Matarakyatindo.com – Masyarakat Desa Bugis Kec. Mepanga keluhkan Dana Desa (DD) tahun 2018 yang dinilai tidak tepat sasaran, penuh tanda tanya, dan beraroma korupsi. Hal itu menjadi perbincangan hangat di masyarakat Desa Bugis Kecamatan Mepanga Kab. Parigi Moutong. Bagaimana tidak, dari beberapa item pekerjaan diduga penuh dengan kejanggalan, fiktif dan mangkrak.

Bedasarkan penulusuran media ini di lapangan, ada beberapa pekerjaan DD tahun 2018 tak kunjung selesai dan penuh penyimpangan, dari pembuatan kolam ikan yang tidak tepat sasaran dan tidak berasas manfaat bagi warga desa bugis, pembangunan jamban berbasis sanitasi tak kunjung rampung, pembangunan saluran air bersih, pengadaan BUMDES fiktif, Serta pengalihan dana belanja olahraga dialihkan ke kegiatan ulang tahun desa yang tidak dibuatkan APBDes perubahan serta berita acara dan dokumentasi rapat bersama BPD dan masyarakat oleh kepala desa.

Kata salah seorang warga desa bugis, dirinya sempat mempertanyakan pengadaan keyboard dan tabung gas elpiji Bumdes kepada salah seorang aparat desa Bugis, namun aparat desa mengatakan belum ada.

“Hingga kini barang tersebut tidak dibelanjakan, padahal itu masuk dalam pembahasan dan masuk dalam item pengadaan DRK desa, dia juga mengatakan tabung gas Elpiji ukuran 3 KG BUMDES juga tidak ada sampai sekarang, kami masyarakat sesalkan kepala desa bugis yang tidak transparan kepada masyarakat”, kesalnya.

Lanjutnya, dana desa dan Bumdes desa bugis sarat korupsi dan fiktif, dari pekerjaan fisik yang diduga tidak sesuai dengan RAB serta Pengadaan Bumdes tabung elpiji 196 buah dan keyboard Rp 20.000.000 fiktif, 1 buah tabung elpiji Rp 130.000, belanja modal kendaraan dinas Rp 20 jt, belanja modal pengadaan jaringan air Rp 169.776.000, jambanisa Rp 136.229.000, pembangunan kolam ikan Rp 30.000.000, dan pengadaan bidang olahraga Rp 10.790.000.

Tambahnya, masih ada puluhan pipa PVC paralon yang tidak terpasang, di tambah dananya sudah habis.

“Tidak tahu dikemanakan dananya begitu besar, kami masyarakat merasa sangat kecewa dengan sikap kades kami. Banyak yang kami usulkan, namun kepala desa bugis tidak menerima usulan dan gagasan masyarakatnya, apalagi kolam ikan yang dibangun tepat di belakang rumah kades, sekdes dan bendahara desa. Kami berharap APH aparat penegak hukum memeriksa pekerjaan di desa kami”, tegasnya.

Sementara itu, Camat Mepanga, Sodik Hamzah, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini, dia mengatakan pihaknya sudah menerima dan mendengar keluhan masyarakat Desa Bugis, dan kami sudah memanggil kepala desanya untuk mempertanyakan terkait laporan warganya.

“Kami menyarankan untuk segera selesaikan semua pekerjaan yang belum selesai, jangan sampai jadi temuan, dan itu akan fatal bila tidak segera diselesaikan, kami juga sudah memberikan warning kepada kepala desa”, tutupnya.

Penerbit : Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here