Melawan Saat ditangkap, DPO Renaldi Diamankan Sat Reskrim Polres Donggala

0
136

Kapolres Donggala AKBP Dadan Wahyudi saat memberikan keterangan pers, di Aula Rupatama Mapolres Donggala//Foto Baim

DONGGALA | matarakyatindo.com – Sat Reskrim Polres Donggala kembali berhasil melakukan penangkapan dan pengungkapan kasus terhadap salah satu Daftar Pencarian Orang (DPO) yang selama kurang lebih 1 tahun menjadi buron (DPO-red) PolresDonggala.

Demikian hal disampaikan Kapolres Donggala, AKBP Dadan Wahyudi S.I.K S.H, Crim kepada sejumlah awak media melalui press relesnya, di Aula Ruptama Mapolres Donggala, Rabu (29/4/2020) pukul 10.20 Wita.

“Kami telah melakukan penangkapan terhadap pelaku penganiayan yang telah menjadi DPO Polres yang berumur 11 tahun berhasil dibekuk Tim Serigala Sat Reskrim Polres Donggala kemarin pada Tanggal 26 Januari 2020 sekitar pukul 4 Sore di Desa Toaya,” ungkap Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, tepat di Dusun 1 Desa Toaya Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, adalah seorang Remaja atas nama Renaldi yang kasusnya dilakukan pada tanggal 26 Januari 2016 berdasarkan Laporan Polisi (LP) Nomor 12/1 2016/Res Donggala.

Setelah dilakukan penyidikan ada dua tersangka, yakni salah satunya sudah masuk tahap putusan Pengadilan Negeri (PN) saat ini menjalani masa hukuman atas nama Milan yang merupakan saudara Renaldi ikut pelaku pengeroyokan pada tahun 2019 lalu.

Dikesempatan yang sama Kasat Reskrim Polres Donggala, Iptu I Kadek Widhya Putra, menjelaskan kronologi kejadian, pada saat penangkapan, pelaku melakukan perlawanan dengan menggunakan tali dan salah satu orang lainya menggunakan alat linggis melawan petugas.

“Jadi saat melakukan perlawanan pada saat penangkapan Tim Serigala sigap mengambil tindakan peringatan dengan melumpuhkan pelaku dibagian betis dan akibatnya saat ini pelaku berada di Rumah Sakit Bhayangkara guna menjalani proses pengobatan,” bebernya.

Dari aksi kejahatanya, pelaku sendiri sudah melakukan sebanyak 18 kali aksi berdasarkan LP polisi serta untuk sudah ada sekitar 5 laporan masuk dan telah diputuskan oleh Kejaksaan Negeri Donggala, dimana sejak tahun 2016 hingga 2019 laporan mengarah kepada saudara Renaldi.

“Dari semua LP kasus pengeroyokan ada beberapa kasus pengrusakan juga yang dilakukan pelaku sehingga nanti pada saat penyelidikan yang kami kembangkan dari salah satu kasus untuk proses lidiknya kuat dugaan ke pelaku (Renaldi-red),” ungkapnya lagi.

Olehnya untuk LP pihak Sat Reskrim Polres Donggala dari sekitar 5 LP polisi selain lapor kasus pengeroyokan penganiayaan pasal 351, tersangka mendapat kurungan diatas 5 hingga 7 tahun ancaman hukuman pidana.

Adapun hadir pada kesempatan itu mendampingi Kapolres Donggala, AKBP Dadan Wahyudi, S.I.K ,S.H Crime, Kabag Ops AKP Inggih Kurniawan, serta Kasat Reskrim IPTU I Kadek Widhya Putra.

Reporter : BIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here