Mencari Titik Temu Kedua Sekolah ‘Bertikai’, Polres Parimo Gelar Out Bound

0
544

PARIMO – matarajyatindo.com – Gelar Out Bound yang diprakarsai Kapolres Parigi Moutong AKBP Zulham Efendi Lubis SIk hari ini Sabtu (5/10/2019) sekira pukul 18.45 Wita bertempat di areal terbuka Bendungan Lambunu Desa Tirtanagaya Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parigi Moutong mendapat apresiasi masyarakat sekitar.

Kegiatan yang sifatnya ‘mendinginkan’ suasana pasca pertikaian antar pelajar SMAN 1 Bolano dan SMAN 1 Bolano Lambunu telah disaksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah Drs. H. Irwan Lahace MSi, Kapolres Parigi Moutong, Kepala Cabang Dinas Pendidikan SMA Wilayah II Parimo Ibu Hj. Intje Sari Pasau MPd.

Nampak hadir petinggi Polres lainnya, yaitu Kasat Intelkam AKP Zainuddin S, SIP, Kasat Reskrim Iptu Sigit Suhartanto SIk, Kasat Narkoba Iptu Uspan Lamanda Djahara, Kasat Sabhara AKP Hary Andrias Wuwungan, Kapolsek Bolano Lambunu Ipda Ida Bagus GW SH MSi.

Demikian pula dengan kehadiran Kepsek SMAN 1 Bolano & Kepsek SMAN 1 Bolano Lambunu beserta dewan guru, Camat Mepanga serta perwakilan para siswa kedua Sekolah.

Kapolres Parimo AKBP Zulham Lubis Efendi menyatakan, kegiatan Out Boun ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Dan Olahraga Provinsi Sulteng bekerjasama dengan Polres Parigi Moutong.

“Kegiatan ini dimaksud untuk mengobati trauma para siswa atas kejadian perkelahian pelajar SMAN 1 Bolano dan SMAN 1 Bolano Lambunu yang mengakibatkan meninggalnya 1 orang siswa dari SMAN 1 Bolano Lambunu dan berujung pada pembakaran serta pengerusakan bangunan SMAN 1 Bolano” urai Komandan berpangkat dua Melati ini.

Zulham Lubis mengakui bahwa selain untuk mengobati rasa trauma pasca kejadian perkelahian pelajar dan pembakaran sekolah, kegiatan ini juga dapat mempererat tali silaturahmi.

Berdasarkan catatan, jumlah Siswa dari SMAN 1 Bolano sangat kurang yang hadir. Hal itu dikarenakan orang tua siswa yang masih trauma sehingga melarang anaknya ikut dalam kegiatan ini.

Padahal kegiatan ini sudah disampaikan kepada orang tua siswa yang bersangkutan untuk menghilangkan trauma pasca kejadian serta mempererat tali silaturahmi, sehingga anaknya bisa diijinkan mengikuti kegiatan positif ini, urai Kapolres di pertemuan tersebut pagi tadi, ungkap Kapolres Parimo.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah memberikan apresiasi yang setingi – tingginya kepada Kapolres Parimo atas gagasan yang telah di berikan dalam menangani permasalahan ini.

“Siswa adalah penerus bangsa dan harapan bangsa Indonesia sehingga belajarlah dengan baik” kata Kadisbud Provinsi ini.

Dia menambahkan, generasi muda adalah generasi harapan bangsa yang akan menentukan jadi apa bangsa ini kedepannya, karena kemajuan negara di tentukan oleh SDM masyarakatnya.

“Kalian yang masih duduk dibangku Sekolah agar menuntut ilmu dengan baik untuk kemajuan bangsa ini. Sementara hasil survei bahwa Provinsi Sulteng merupakan urutan ke 15 dalam peredaran narkoba, sehingga masyatakat kita sangat rentan terkontaminasi bahaya narkoba” terangnya.

Kadisbud provinsi ini mengajak para siswa untuk menjauhi narkoba dan jangan memcoba-coba menggunakan narkoba karena akan membuat masa depan hilang, orang tua menderita dan keluarga melarat.

Selain narkoba kata orang nomor satu di Disdikbud provinsi ini mangakui jika hal yang sangat perlu menjadi perhatian adalah Pergaulan bebas dan pemikiran.
Sebab untuk mengembalikan trauma itu sangat sulit sehingga diharapkan siswa nanti bisa mengikuti kegiatan dengan tertib, serius dan gembira, pungkasnya.

Reporter : Yunus

Editor : Sumardin || P’De

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here