Mengulas Pemecatan Tenaga Honorer, DPRD ‘Segera’ Minta Keterangan Dinkes

0
603

PARIMO || matarakyatindo.com – Beginilah nasib yang di alami salah satu pegawai honorer Puskesmas Mepanga yang namanya sudah diputihkan dari panduan honorarium ditempat kerjanya.

Bahkan, cerita ini sudah ‘firal’ di media sosial, sehingga pihak DPRD Parimo angkat bicara. Hal ini di karenakan ada beberapa kejanggalan pada mekanisme dalam pemecatannya karena diduga telah di ‘tunggangi’ oleh adanya kasus penganiyaan terhadap salah satu pegawai honorer belum lama ini yang mengakibatkan terjadinya pemecatan.

Kasus pemecatan pegawai honor di Puskesmas Mepanga ini berawal penayangan pemberitaan Online “Santigi Post”, sehingga mendapatkan respon positif anggota DPRD Kabupaten khususnya komisi VI yang bermitra dengan Dinas Kesehatan dan pihak RS.

Sesuai rilis pemberitaan tersebut telah di temukan ada beberapa hal yang janggal. Olehnya, pihak DPRD akan mendalami dan memanggil pihak Dinkes untuk RDP guna menanyakan adanya pemecatan sepihak.

Saat di temui di ruang komisi VI ketua komisi VI Feri Budi Utomo politisi Nasdem, ini mengatakan kepada para awak media, bahwa pihak Komisinya segera mereviu soal postingan berita tentang pemecatan pegawai honorer.

“Kami juga menyayangkan sikap puskesmas yang semena-mena melakukan pemecatan hanya kerane adanya kasus penganiayaan terhadap korban red (Ira Novianti), yang di lakukan oleh istri dan anak dari Sekdes Kayu Agung” terang Feri.

Dari informasi yang ada, dirinya melihat kasus penganiayaan terhadap korban yang dilandasi adanya indikasi cinta segitiga, sehingga berbuntut pada pemecatan kepada korban.

“Pasca penarikan Laporan Polisi oleh korban (Ira Novianti), pihak puskesmas meminta untuk laporan tersebut di cabut di karenakn Puskesmas Mepanga menghadapi akreditas, maka laporan di cabut oleh korban” ujarnya.

Untuk menjaga netralitas ini, Komisi IV akan mempelajari kasus ini, dan akan memanggil pihak Dinkes dan Puskesmas Mepanga untuk RDP, serta menanyakan apakah korban masuk dalam honorer daerah atau melekat di Puskesmas itu sendiri, tambahnya.

Sementara itu korban (Ira Novianti) saat di hubungi via WhatsApp pribadinya membeberkan kasus yang dialaminya, secara terang-terangan dia mengatakan bahwa apa yang di sangkakan itu tidak benar dan kasus ini sudah lama, kata Ira.

Ira menuturkan bahwa dirinya memang benar diminta oleh pihak Puskesmas untuk mencabut laporan Polisinya, dengan alasan ada akreditasi Puskesmas, “Cabut laporanmu Ndo‚Ķ. Kau harus menjaga nama baik Puskesmas ini…., kan kau masih kerja di Puskesmas ini, ingat kita kan kita menghadapi akreditasi jadi jangan bikin kecewa, kutip Ira.

Sementara Kepala Puskesmas Mepanga, Hartini S Tr Keb, mengatakan, pemecatan itu dilakukan untuk tenaga pengabdi karena faktor disiplin bersangkutan.

“Benar kami keluarkan karena dia sering meninggalkan tempat tuga tanpa pemberitauan, termasuk salah pemberian obat pada pasien serta yang lainnya” terangnya.

Saat ditanyakan apakah ada hubungannya antara permasalahan pribadinya dengan pelaku penganiayaan ? Hartini mengatakan “maaf kalo permasalahan itu saya tidak tahu” pungkasnya.

Reporter : Deni
Esitor : Pde

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here