Menjaga Rawan Pangan di Desa, Dinas Pangan Gorontalo Siapkan Program Kawasan Pangan Mandiri

0
322

Pohuwato – matarakyatindo.com – Dinas Pangan Provinsi Gorontalo menggelar rapat koordinasi (Rakor) dan evaluasi program ketersediaan dan kerawanan pangan, yang bertempat di Ball Room New Rahmat Kota Gorontalo, Kamis (10/10/2019).

Pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (8/10), dan dihadiri Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Kepala Bidang Ketersediaan Dan Kerawanan Pangan Provinsi Gorontalo, Perwakilan Dinas Pangan Kab/Kota Se Provinsi Gorontalo, Kepala Desa Dan sejumlah undangan yang hadir.

Pertemuan yang digelar tersebut dalam rangka pemantauan pencapaian realisasi bantuan yang disalurkan beberapa bulan lalu kepada 36 penerima bantuan yang tersebar di Lima Kabupaten/Kota Provinsi Gorontalo.

Kadis Pangan Provinsi Sutrisno, API, M.SI menyatakan, untuk penanganan ketersediaan pangan diwilayahnya saat ini terus dilaksanakan program kemadirian desa karena dibeberapa Desa yang berada di Provinsi Gorontalo masih terbilang rawan pangan.

“Di Provinsi Gorontalo masih ada beberapa wilayah ketersedian pangan juga rawan pangan sehingga perlu ada penanganannya melalui pemberian program Kios pangan untuk menangani kerawanan pangan dimaksud” urainya.

Usai pertemuan, Sutrisno selaku Kadis Pangan provinsi menyebutkan bahwa program kios pangan yang diberikan kepada desa dikategorikan rawan pangan kurang lebih 36 unit kios pangan yang tersebar di Desa-Desa yang difariasikan sebagai desa rawan pangan” kata Sutrisno Kepada Media.

Untuk memberdayakan kios tersebut, Dinas Pangan Provinsi memberikan bantuan berupa bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kios ini kita berikan bantuan berupa beras, minyak goreng, telur serta gula pasir sebagai bahan pokok masyarakat melalui gagasan program ‘Kawasan pangan mandiri’ dalam memberdayaan pekarangan dan lahan kosong untuk dilakukan budidaya tanaman.

“Kita juga menangani kerawanan ini dengan program kawasan pangan mandiri melalui pemanfaatan pekarangan dan lahan yang kosong untuk ditanami sayur-sayuran, buah-buahan dan sumber karbohidrat lain seperti umbi-umbian” lanjut Sutriano.

Dari hasil catatan evaluasi untuk program penangan rawan pangan tersebut cukup berhasil, hal itu bisa dilihat dari hasilnya yang terus meningkat meski satu dari 36 kios yang mendapatkan bantuan tertunda pengelolaannya karena urusan keluarga.

Sedangkan dari target program ini terus ditingkatkan dengan mengidentifikasi desa yang masih rawan ketersediaan pangan.

“Tahun depan kita akan kembangkan lagi menjadi 50 kios dari skala 36 kios melalui suplay dana dari Rp2,5 juta menjadi Rp3 juta perkios” kuncinya.

Penulis : Munafir Tumpinyo

Reporter : Ramlan Tangahu

Editor : Sumardin || Pde

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here