Menteri KP Bersama 2 Gubernur Letakan Batu Pertama di Tambak Udang PT PAP

0
163

PARIMO | matarakyatindo.com – Kunjungan kerja Kementerian Perikanan dan kelautan Edhy Prabowo pasca tebar benih di Tomoli selatan Rabu pagi (10/6/2020), di lanjutkan ke tambak udang didesa sijoli kecamatan Moutong, guna peletakan batu pertama sekaligus perismian tambak udang milik PT PARIGI AQUAKULTURA PRIMA.

Dalam kunjungan tersebut nampak terekam kamera Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola MSi, Bupati Parigi Moutong serta Gubernur Gorontalo Ruslie Habibie dan Bupati Bualemo, serta empat Ditjen perikanan dan kelautan, OPD Parimo serta masyarakat setempat.

Dalam acara seremonial peletakan batu pertama telah di awali penandatanganan prasasti, pemberian bantuan eksavator pitap klaster tambak udang senilai Rp 8,680 miliar kepada kabupaten buol, bantuan kerja dan investasi senilai Rp 800 juta untuk kabupaten Parigi Moutong, premi asuransi budidaya ikan senilai Rp 31,50 juta untuk kabupaten Poso premi asuransi budidaya ikan kecil senilai Rp 19,575 juta kabupaten Donggala.

Kata Edhy Prabowo, keberhasilan budidaya udang intensif ini tergantung dari projek pelaksanaannya. Tentu ini jadi harapan besar bagi pergerakan ekonomi ditengah pandemi Covid-19, meskipun di negara lain tetap memberlakukan lockdown, Ujarnya.

Menurut Menteri KP, melalui konsep klaster intensif ini, maka produktivitasnya bisa mensejahterakan masyarakat jika dilakukan dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Saya yakin pasti akan berhasil, Kalau berkaitan dengan teknologi, saya percaya kita sudah mumpuni. Tinggal komitmen kerjasama yang perlu kita dorong,” ungkap Menteri Edhy.

Lanjutnya, meskipun dengan adanya pandemik Covid-19 kita Indonesia harus terus mendorong produksi udang meskipun resiko harus di hadapi. Pemerintah daerah harus menjemput bola, karena hal ini menjadi penyemangat bagi pelaku usaha didaerah lain untuk terus memproduksi.

Pemerintah berharap dengan adanya tambak PT PARIGI AQUAKULTURA PRIMA ini dapat menyerap tenaga kerja masyarakat lokal serta bagi masyarakat yang memiliki tambak sendiri bisa produktif mendapatkan BLU sebesar 3 %, bila dana tersebut tidak cukup pemerintah siap dengan dana KUR dari pemerintah sudah disediakan sebesar 195 triliun, ujarnya.

Reporter : Deni Renaldi / Editing : PDE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here