Menyikapi Konten Negatif di Medsos, Polisi Menyambangi Sekolah Agar Siswa Tidak Ikut Demo

0
117

PALU – matarakyatindo.com – Menyikapi perkembangan situasi, berkaitan atas penolakan beberapa Rancangan Undang Undang sehingga memunculkan reaksi kelompok massa untuk menyampaikan aspirasinya dengan melakukan aksi demo atau unjuk rasa.

Tersiar di Media Meinstream maupun media sosial aksi demo atau unjuk rasa tersebut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab telah memanfaatkan anak-anak untuk dilibatkan dalam aksi demo guna memuluskan tujuan mereka dengan tidak memikirkan akibat yang dapat ditimbulkan apabila anak-anak menjadi korban karena unjuk rasa yang anarkhis.

Hasil pemantauan Polda Sulteng dan Polres Palu telah ditemukan adanya salah satu pemilik akun bernama Ahmad Galang di platform grup media sosial Facebook yang memiliki anggota 400.000 lebih di Palu, dimana dalam konten yang diposting tertulis “Hanya ada satu kata lawan SMK bisa! Panggilan Darurat Kepada seluruh siswa/SMK, STM, SMA, MA, SMEA hari jumat kita bolos sekolah dulu mari kita turun ke jalan melawan para sampah negeri kita Gedung DPR Kota Palu 27.09.2019 Pakai almamater sekolah, Datang-Suarakan-Tak Didengar-Tempur”

Menyikapi konten tersebut diatas Polres Palu melalui Satuan Binmas Polres dan Unit Binmas Polsek bergerak cepat menyambangi beberapa Sekolah Menengah pada hari ini Jumat (27/9) antara lain SMA 1 Palu, SMA 2 Palu, SMA 4 Palu dan MAN 2 Palu untuk bertemu dengan pihak sekolah baik guru maupun siswanya untuk memberikan pembinaan atau penerangan serta himbauan agar siswa sekolah tidak melibatkan diri dengan aksi demo / unjuk rasa.

Kabidhumas Polda Sulteng melalui Kasubbidpenmas Kompol Sugeng Lestari mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh Satuan Binmas Polres Palu dan Unit Binmas Polsek dengan mendatangi dan memberikan himbauan kepada pihak sekolah sudah sangat tepat.

Dan itu merupakan upaya pencegahan, karena keterlibatan anak sekolah didalam pelaksanaan demo di Jakarta yang menjadi perhatian, baik oleh Kementrian maupun lermbaga yang menaunginya.

“Diharapkan peran dari sekolah maupun orang tua yang ikut mengawasi dan melarang anaknya untuk tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa. Postingan di medsos yang ditemukan oleh Kepolisian tersebut diatas isinya provokatif, dan diduga pemilik akunnyapun juga palsu dan mendorong anak untuk berbuat reaktif dengan tujuan untuk membenturkan Petugas pengamanan dengan anak-anak.
Dan ini adalah tindakan yang tidak terpuji. Polisi akan pelajari dan analisa jejak digitalnya serta bila cukup bukti akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tutup mantan Wakapolres Tolitoli ini.

| Subbid Penmas Bidhumas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here