Permintaan Cuan Puluhan Juta. Mengaku Orang Suruhan Oknum Jaksa Diparimo

0
391

PARIMO matarakyatindo.com Ironis percakapan Via Telephone genggam yang terekam beradar luas, antara seorang perempuan dan pria. Dimana di ketahui dalam percakapan tersebut adalah seorang haji.

Dalam bukti percakapan itu mencatut oknum jaksa, dimana nama tersebut merupakan jaksa di Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejari) Kab. Parigi Moutong (PARIMO).

Percakapan itu diduga meminta sejumlah uang kepada seorang perempuan yang belum di ketahui identitasnya. Namum pencatutan nama oknum jaksa itu yang masih aktif di Kejari Parimo.

“Bukti percakapan itu, terdengar panggilan nama yang familiar, “kamal. Percakapan rekaman itu dirinya kamal mengaku orang kepercayaan oknum jaksa yang di perintahkannya.

Perintah itu untuk meminta uang sebesar 60 juta rupiah, kepada perempuan dan kamal akui bahwa dirinya sudah cukup terkenal luas di kalangan Dinas Kab. Parimo serta sekarang menjadi cukong oknum Jaksa. Akui Kamal.

Saat perempuan itu menanyakan siapa oknum jaksa tersebut, dengan lantang kamal menjawab pak “Agus Jayanto, dia kasi intel ibu haji. itu sudah, beliau sendiri nanti ibu lihat sendiri dikantor” jawab Kamal.

Melalui Kamal, diduga meminta uang kepada perempuan tersebut terkait program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). makanya dia (Agus Jayanto) tidak mau komunikasi, tapi melalui saya. Kalau haji mau komunikasi di kantor” jelas Kamal.

Sementara itu, perempuan itu mengaku kalo dana 60 juta yang dimintakan belum ada, karena masih menunggu suaminya yang smasih menagih hutang. Selain itu.

Seperti dilansir Beritakeren.com kamal meminta untuk bertemu. Akan tetapi perempuan itu belum menyanggupinya dikarenakan masih mencari orang untuk menjaga anaknya. Terang ibu haji.

“Kamal berujar bah Bos sudah mendesak sekali dia suruh telepon kita, Makanya saya hubungi haji. Berarti biar saja dulu, supaya saya kasi tahu bos, belum bisa haji bantu. Bebernya.

Perempuan itu Merasa tidak ada yang salah dengan beras yang ia sediakan dalam program BPNT, perempuan itu pun bertanya tentang kesalahannya yang membuatnya harus berurusan dengan Institusi kejaksaan.

“Apakah betul itu berasku yang bermasalah atau bagaimana. Karena sekarang ini kan biasanya ada yang bermain di luar. Jangan sampai permainannya dorang saya yang kena batunya,” ucap perempuan itu.

Terkait hal itu menurut Kamal, bahwa banyak temuan terkait program BPNT di lapangan. Dia menjelaskan, sebagai penyedia ada mekanisme harga, kualitas beras ayam yang ditemukan dilapangan itu bermasalah.

“Ada kualitas beras yang tidak bagus terdapat dibeberapa wilayah di bagian utara dan selatan, terangnya.

“Kata kamal Nanti jo haji, saya hanya sebatas itu saja, tidak mau lebih tidak enak dengan bos, biar Haji dengan bos yang komunikasi. Saya kan hanya mau tanya karena haji bilang jam 10 di parigi jadi dia tanya nanti saya yang tidak enak” imbuhhnya.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parigi Moutong, Muhamat Fahrurozy, SH, MH saat dikonfirmasi jumat 5/8/2022, menyampaikan saya sudah mendengar informasi terkait hal itu.

Ia membenarkan bahwa jabatan Kasi Intel Kejari Parimo bernama Agus Jayanto. Terkait pencatutan atau perintah dari kasi intel berdasarkan pengakuan Kamal yang menyebut di perintahkan Agus Jayanto itu tidak benar. Ucap Kajari.

Terkait kamal sebagai orang kepercayaan oknum-oknum yang ada di Kejari Parimo, sekali lagi itu hoax, dia pun mengaku telah mengkonfirmasi perihal rekaman tersebut kepada Kasi Intel.

Saat ditanyakan apakah akan melaporkan pencatutan nama jaksa apalagi institusi? Fahrurozy mengatakan kami akan mendalaminya dan modus operandi yang bersangkuta. Tambahnya.

“Sementara itu Kasi Intel membeberkan saya tidak pernah perintahkan kepada siapapun atau kamal yang mencatut nama saya. Apalagi soal BPNT dan saya tidak tau permasalahannya seperti apa. Ungkap Agus Jayanto.

Kalo untuk kamal memamg pernah datang tapi waktu ada permasalahan pilkades itupun baru sekali itu ketemu. Tandasnya.

 

DENI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here