Muhammad Rafiq : Toleransi Beragama Sangatlah Penting Bagi Bangsa Indonesia

0
195

PALU | matarakyatindo.com – Badan Koordinasi (BadKo) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Tengah mengecam pengrusakan masjid di Perum Agape, Tumaluntung, Minahasa Utara, Sulawesi Utara belum lama ini, hal itu telah mengganggu stabilitas keamanan di masyarakat.

Demikian pernyataan Ketua Umum Badko HMI Sulteng, Muhammad Rafiq kepada wartawan, Sabtu (01/02/2020).Betapa tidak, atas kejadian tersebut menimbulkan reaksi ummat islam menyerukan semangat toleransi di mana-mana.

“Toleransi sangat penting bagi kelangsungan masa depan bangsa Indonesia. Mengingat, negara ini memiliki ragam suku, agama dan rasa dan hidup dalam satu wilayah. Apabila pemahaman toleransi lemah, kejadian serupa bisa saja terjadi di daerah-daerah lainnya,” kata Rafiq.

Peristiwa miris lanjutnya, harus menjadi bahan pembelajaran bahwa masih minimnya pemahaman masyarakat dalam merawat dan menjaga toleransi antar umat beragama.

“Selama ini, islam seringkali dicap sebagai kelompok radikal. Padahal ummat islam tidak pernah merusak rumah ibadah,” tuturnya lagi.

Tindakan aparat kepolisian yang menangkap terduga pelaku patut diapresiasi. Namun itu belum selesai. Peristiwa ini sangat sensitif apabila penangananya hanya sampai pada tataran hukum. Banyak aspek lainnya yang menjadi perhatian agar toleransi ini benar-benar dipahami bagian cara hidup berbangsa dan bernegara.

“Menyelesaikan perselisihan rumah ibadah di berbagai daerah memang sering menemukan masalah komunikasi antarumat beragama,” lanjutnya.

Mestinya harus dibangun komunikasi yang lebih komunikatif dengan mengendepankan pendekatan sosial yang beradab. Perlunya pendekatan local wisdom dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Jangan sampai ada istilah sekadar membuat program dan tidak menyentuh pada esensi beragama.

Dengan adanya Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri yang mengatur pendirian rumah ibadah dengan tanda tangan minimal 60 orang warga sekitar dijalankan dengan konsisten.

“Jika satu wilayah membutuhkan rumah ibadah, harus ada kesepakatan bersama antar warga dan pemerintah wajib memfasilitasi. Sehingga aktivitas ibadah bisa berjalan dengan kondusif,” tutur dia.

“Terakhir, saya mengajak kepada seluruh ummat islam tidak terprovokasi atas kejadian tersebut. Meskipun tidak terjadi di Sulawesi Tengah, ini jadi perhatian pentingnya merawat semangat toleransi antar umat beragama di Sulawesi Tengah. Jangan sampai kejadian ini terulang terjadi Sulteng,” tandasnya.

Reporter : BIM

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here