Mulai Maraknya Mutilasi Sapi, Ini Pesan Kapolres Parimo

0
576

Parimo, matarakyatindo.com Maraknya mutilasi sapi akhir akhir ini kembali meresahkan Warga, terlebih  Kecamatan Tomini dan sekitarnya, kasus ini mulai merambah ke wilayah utara Kabupaten Parimo, wilayah hukum Polres Parimo.

Belum lama ini, kembali terjadi kasus mutilasi sapi di desa Taaniuge Kecamatan Tomini Kabupaten Parimo. Salah seorang warga menuturkan penemuan sapi yang di mutilasi pada kamis pagi (30/05/2019) telah Menggegerkan warga setempat.

Kembalinya spesialis mutilasi sapi ini merupakan kasus lama yang sering meresahkan warga terutama pemilik hewan ternak sapi. Bagaimama tidak, sapi yang di mutilasi masih dalam keadaan hidup dan hanya bermodalakan bius langsung mutilasi bagian kaki dan maninggalkan tubuh sapi di TKP. Kasus yang sering jadi perbincangan hangat warga.

Penemuan sapi yang telah di mutilasi di Desa Ta'aniuge Kecamatan Tomini kembali gegerkan warga (Foto : Deni Renaldi)

Kasus mutilasi sapi merupakan spesialis mutilasi yang kerap mencari mangsanya di daerah sepi penduduk, aksi mereka terbilang sadis dan cepat tanpa meninggalkan bekas ceceran darah kearah jalan trans sulawesi, spesialis ini merupakan pelaku yang melalang buana sebagai esekutor sapi.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Parimo AKBP Zulham Efendi Lubis SIK, Menjelaskan Justru ini juga yg menjadi pesan Kamtibmas kami saat safari ramadhan kemarin.

“Kita harus bersama, Tidak mungkin polisi bisa mengetahui semua apa yang akan terjadi Sementara masyarakat juga tidak mau tahu, Salah satu yang dapat dilakukan masyarakat adalah aktifkan Pam Swakarsanya” Ujar Kapolres.

“Kami dari Polres Parimo menghimbau kepada masyarakat jika mengetahui adanya gerak gerik orang baru jangan segan segan untuk melaporkan ke pemerintah desa kepala desa atau polsek terdekat, minimal mengantongi nomor telphone bhabinkamtibnas polsek, Agar kecurigaan bisa di minimalisir” Tambahnya

“Bila masyarakat  mengetahui bahwa ada yang mendagangkan daging sapi segar atau baru di kenal laporkan takutnya daging tersebut hasil dari kejahatan mutilasi, bila ada langsung lapor kami akan melakukan Preventif untuk aktifkan peran masyarakat, tokoh desa melalui Pam Swakarsa, Refresif penindakan sudah kita lakukan lidik/pemetaan kerawanan sebagai bahan di lapangan untuk melakukan pengungkapan” Tutup Zulham.

Reporter : Deni Renaldi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here