Nelayan Parigi Yang Hilang Akhirnya Ditemukan Nelayan Ampana Malam Hari

0
598

PARIMO || matarakyatindo.com – Pencarian nelayan yang hilang di perairan Teluk Tomini beberapa hari lalu oleh keluarga kerabat korban (Ramli / Unu) yang dibantu tim Basarnas dan Pol Airud ternyata belum membuahkan hasil.

Namun berkat anugrah Allah, akhirnya korban bernama Unu (40) warga Kelurahan Bantaya Kecamatan Parigi profesi nelayan Tuna ditemukan diperairan Tojo Una-Una tepatnya 9 mil dari bibir pantai Kota Ampana oleh nelayan daerah itu bernama Ramli.

Kabar ditemukannya nelayan yang hilang itu ketika warga Ampana memberikan informasi melalui What Shapp kepada keluarga korban malam tadi dengan merilis identitas nelayan yang ditemukan atas nama Ramli Djuko (40) warga Kelurahan Bantaya dan memiliki istri atas nama Hartati Hemuto dengan memiliki empat orang anak.

Dari informasi itulah sehingga pihak keluarga korban langsung melakukan sujud syukur pagi tadi yang kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan antara korban (Unu) dengan istrinya melalui Vidio Col.

“Itulah membuat keyakinan kami dari keluarga terkait ditemukannya korban setelah dilakukan tatap muka melalui Vidio Col pagi pukul 10.00 wita” kata Hartati kepada matarakyatindo.com.

Hartati mengisahkan, penemuan suaminya itu karena kekuasaan yang Maha Agung, walaupun perahu yang dipakainya saat melaut itu terbalik dihantam ombak yang besar. Namun posisi suaminya terus berupaya menyelamatkan diri dengan menaiki badan perahu yang sudah terbalik tempurung.

“Suami saya ini orang yang dekat dengan Masjid karena terhimpun dengan perkumpulan Jamaah Tablik wilayah Parigi, sehingga dengan cobaan ini suami saya lebih dekat dengan Allah” tuturnya.

Sesuai pengakuan suaminya (Unu) melalui Vidio Col, kata Hartati kepada kakak iparnya (Martha) bahwa kronologis kejadiannya menyebabkan perahunya terbalik itu berawal atas penolakan salah seorang pemilik rumpon yang tidak memberikan gandengan (ikatan) dengan alasan rumpon sudah tua.

Disitulah sehingga korban (Unu) mencari rumpon lainnya untuk keselamatan perahunya. Tapi saat menemukan rumpon tersebut, ternyata ombak besar disertai tiupan angin kencang menyeret korban menjauhi rumpon.

“Kata suamiku, saat baikat dirumpon itu, dia berenang mobaikat. Tapi belum sempat baikat, perahu tageser kebelakang menyebabkan tangannya alami luka lecet. Dan upaya penyelamatan perahu terus dilakukan suamiku. Namun perahu sudah terbalik. Suamiku hanya bapegang gula pasir dan duduk dibadan perahu yang terbalik” kisahnya.

Martha selaku kakak korban mengakui jika malam naas itu adiknya terus berupaya menyelamatkan diri dengan berenang mencari rumpon sejauh 700 meter yang malam itu ada penerangannya.

Sesampainya dirumpon, sekira pukul 01.49 wita tengah malam, korban langsung terbaring lemas diatas rumpon yang sedang digoyang ombak besar. Beruntung salah seorang nelayan Ampana hendak memancing tuna dirumpon tersebut menemukan korban yang sudah terkulai lemas.

“Malam itu juga sekitar jam 02.20 wita adikku diselamatkan nelayan disitu menuju Ampana dan langsung dilakukan penanganan medis. Alhamdulillah juga kabar beredar dimedsos bahwa adiknya dalam keadaan siuman” Ulasnya saat menerima kisah kejadian dari sang istri korban.

Reporter : Pde Husain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here