Oknum Polisi Diduga ‘Tipu’ Pengusaha Beras Asal Sulteng…! Puluhan Ton Beras Tidak Dibayar

0
317

SULTENG | matarakyatindo.com – Begitu teganya seorang oknum Polisi pangkat Komisaris Polisi (Kompol) yang bertugas di Polda Gorontalo inisial B diduga melakukan penipuan kepada tiga orang pengusaha beras asal Sulteng belum lama ini.

Berdasarkan pengakuan pengusaha beras bernama Nyoman Arta kepada media ini mengisahkan, berawal atas pesanan beras dari oknum Polisi inisial B kepada dirinya sebanyak 10 ton untuk diantarkan ke Gorontalo dengan kesepakatan harga.

Ketika muatan beras 10 ton sampai di Gorontalo, tepatnya di gudang milik Kompol B, dan langsung diambil oleh Kompol B melalui orang suruannya menggunakan mobil pickup untuk memuat beras.

Setelah selesai dimuat beras tersebut, sopir truk yang membawa beras langsung menanyakan kepada Kompol B terkait pembayaran tunai harga beras. Ternyata jawaban Kompol B hanya mengulur waktu untuk pencairannya.

“Uang beras itu nanti besok saja dibayar lunas” kata oknum Polisi ini.

Setelah tiba ke esokan harinya, ternyata Kompol B ‘mengalabui’ sang sopir truk dengan mengucap, pembayarannya nanti besok lagi. Sedangkan sang sopir menjadi bingung dan langsung melapor kepada bos pengusaha beras di Sulteng.

Berdasarkan informasi, ternyata modus dugaan penipuan ini sudah dilakukan oleh oknum kepada korban-korban yang lainnya di Sulawesi Tengah, seperti pengusaha beras bernama Ketut Paramarta panggilan Ketut Sasih dan Nyoman Regen yang ketiga pengusaha beras ber-KTP Parigi Moutong.

Karena janji pelunasan uang beras sebanyak 30 ton bernilai ratusan juta dari tiga pengusaha beras asal Sulawesi Tengah tidak kunjung direalisasikan, akhirnya ketiga pengusaha beras ini memberanikan diri melapor oknum Kompol B ke Propam Polda Gorontalo melalui ketiga sopir truk tanggal 11 September 2020.

Berikut Laporan Polisi nomor : STPL/23/IX/2020/Subbag yanduan, atas nama pelapor Jasmin Abjul alamat desa Lambunu Kecamatan Bolano Lambunu,
Kabupaten Parigi Moutong provinsi Sulawesi Tengah.

Selanjutnya Laporan Polisi nomor : STPL/22/IX/2020/Subbag yanduan, atas nama pelapor Sarif Laroca alamat desa Santigi Kecamatan Ongka Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah dan laporan Polisi nomor : STPL/24/IX/2020/Subbag yanduan, atas nama Sudirman alamat desa Kotaraya Barat, Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah.

Berdasarkan laporan tersebut kata seorang pengusaha beras ini, diharapkan agar oknum pelaku penipuan pembelian beras dapat diperiksa sesuai hukum yang berlaku di Indonesia saat ini.

“Harapan kami dari ketiga pengusaha kepada Kapolda Gorontalo untuk serius menyikapi permasalahan ini, karena yang bersangkutan adalah pejabat Pamen di Polda Gorontalo” kata Nyoman Regen SH. (**)

Peliput : TIM matarakyatindo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here