Pacu Minat Baca, Kades Jisman Peaja Gagas Perpustakaan Desa Lumbe Nambo Kab. Banggai

0
1019
Jisman Peaja, ‎Kepala Desa Lumbe Kecamatan Nambo Kabupaten Banggai (Foto : Ist)

Banggai – matarakyatindo.com Menumbuhkan minat baca menjadi salah satu tujuan Pemerintah Desa Lumbe, Kecamatan Nambo Kabupaten Banggai merintis Perpustakaan Desa (Perpusdes).

Dengan dukungan pemerintah serta semua pihak, perpustakaan yang rencananya akan di resmikan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pada Bulan Agustus mendatang, mengundang decak kagum warga masyarakatnya untuk tidak sabar dalam menantikan pembukaannya.

“Berangkat dari keprihatinan, karena menurut survei yang saya baca, Indonesia menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara. Sehingga kami sebagai Pemerintah Desa merasa memiliki tanggung jawab juga untuk mencerdaskan masyarakat. Langkah kecilnya dengan merintis perpustakaan desa,” Kata Jisman Peaja, ‎Kepala Desa Lumbe kepada media matarakyatindo.com

Menurutnya, ‎Perpustakaan yang di beri nama “Alika Jaya” yang juga merupakan Jendela Dunia itu akan menjadi wadah bagi masyarakat, mulai dari orang tua, dewasa hingga anak-anak, untuk menambah pengetahuan dengan membaca buku.

“Karena buku merupakan jendela dunia. Tidak ada batasan usia dalam mempelajarinya, sehingga bisa meningkatkan kualitas SDM,” katanya.

Jisman juga meminta masyarakat turut mendukung program pemerintah desa dalam meningkatkan minat baca serta mengentaskan buta huruf bagi masyarakatnya.

Ketua BPD Desa Lumbe,  Aprianto Ladjim mengaku sangat mengapresiasi gagasan dari Pemerintah Desa yang di dipimpin oleh Jisman Peaja, yang telah merintis dan mewujudkan adanya Perpusdes. Dia berharap dengan adanya perpustakaan ini bisa menumbuhkan minat baca masyarakat, khususnya bagi kaum pelajar yang saat ini lebih tertarik dengan game gadget.

“Buku adalah karya faktual yang lebih bisa dipercaya, memang informasi dalam internet banyak, namun tidak sedikit juga yang menyesatkan,” katanya.

Sementara, terkait masih minimnya koleksi buku, ia secara bertahap akan menambah koleksi dengan menggunakan dana desa secara proporsional. ‎

”Yang utama masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut nantinya untuk menambah pengetahuan. Sehingga kehadirannya berguna dalam membangun desa,” ujarnya.

Reporter : Yunus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here