Pamsimas 2019 di Desa Siney Tengah, Diduga Ada Kejanggalan Mengelola Anggaran

0
91

PARIMO | matarakyatindo.com – Program dan Sanitasi Air Bersih Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang ada di Desa Siney Tengah Kecamatan Tinombo Selatan, yang merupakan bantuan pemerintah pusat tahun 2019, sepertinya belum ada penyerahannya ke desa.

Akibatnya, banyak warga bertanya-tanya soal kepastian hukumnya, apakah sudah dilakukan penyerahan ketingkat desa atau belum. Pasalnya program tersebut sudah dua tahun pelaksanaannya, tapi kondisi lekerjaan itu di nilai belum tuntas hingga seratus persen.

Inipun sudah menjadi obrolan warga, sehingga masyarakat sekitar terus mempertanyakan terkait Pekerjaan dimaksud karena belum di serah terimakan dengan pihak pemerintah desa.

Dengan kondisi itu, Pemerintah Desa Siney Tengah baru-baru ini telah menggelar musyawarah, yang melibatkan pihak pengurus Pamsimas Kab. Parimo, Lembaga BPD dan seluruh masyarakat, serta pengurus KKM desa Siney Tengah yang di pusatkan di Gedung SDN Siney Tengah.

Kepala Desa Siney Tengah Iswadi Idris, S. IP, dalam penyampaiannya mengatakan, bantuan Pamsimas yang ada di Desa Siney Tengah saat ini, telah menuai kritikan dari para warga pengguna air bersih, karena hampir dua Tahun, menurut Informasi belum di serah terimakan Kepada pihak Pemdes Siney Tengah.

Bahkan juga masih ada beberapa rumah warga yang belum mendapatkan air bersih, karena alasan modal belanja pipa tidak mencukupi.

Bahkan kata Iswadi Idris, jika pekerjaan itu, sudah di serahkan ke masyarakat, tentunya, kekurangan itu bisa di penuhi oleh pihak Pemerintah Desa melalui anggaran dana desa, untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat secara keseluruhan.

Namun dalam musyawarah tersebut, telah berkembang, berbagai permasalahan dalam pengelolaan anggaran pekerjaan Pamsimas yang ada di desa Siney Tengah.

“Setelah pihak pengurus Pamsimas dari pihak Kab. Parimo yang di sampaikan melalui Kordinator Pamsimas Kab. Parimo Halim, yang telah menyampaikan isi Dokumen / Administrasi sebagai laporan pelaksanaan kegiatan Pamsimas yang di kerjakan oleh, KKM Uwe Jono Desa Siney Tengah” jelasnya.

Kini patut diduga banyak kejanggalan dalam pengelolaan keuangan, yang tidak sesuai RAB, serta realisasinya di lapangan.

Bahkan kata Halim parahnya lagi, sudah terbit LPJ pekerjaan tersebut, namun kegiatannya tidak dilaksanakan. Dan tentunya sebagian dokumen Laporannya di nilai rekayasa. Dengan Kondisi tersebut kata dia dimungkinkan akan berpotensi keranah hukum. (**)

Wartawan : Syarifuddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here