Parimo di ‘Percaya’ Kemenkes RI Menjadi Lokasi Pendidikan Politeknik Kesehatan

0
349

PARIMO | matarakyatindo.com – Selaras dengan visi dan misi Pemkab Parimo dalam rangka memajukan pendidikan dan kesehatan dimungkinkan tak lama lagi dibangun tempat pendidikan politeknik kesehatan atas persetujuan Kementerian Kesehatan RI.

Demikian pernyataan Bupati Samsurizal Tombolotutu usai melantik dan mengukuhkan Pejabat Administrator dan Pengawas dilingkup Kesehatan yang berlangsung di pantai Lolaro kecamatan Tinombo, Sabtu (03/07/21).

Menurut Bupati, melihat kondisi yang ada memang perlu membangun politeknik di daerah mengingat banyak anak didik yang hanya di tatar sebentar langsung menjadi tenaga kesehatan.

“Hal itu sebenarnya tidak diperbolehkan tetapi karena kita memang kekurangan tenaga kesehatan maka hal ini terjadi di lapangan” urai Bupati.

Lanjutnya, dengan semua permasalahan yang ada, Samsurizal mencoba menawarkan pembangunan politeknik kesehatan.

“Dan Alhamdulillah, kementerian kesehatan menerima dengan persyaratan lokasi pembangunannya berdekatan dengan rumah sakit” terangnya.

Samsurizal mengakui ada dua tempat yang di tawarkan ke pusat, pertama berlokasi di Parigi, kedua di Maninili Kecamatan Tinombo Selatan, namun kemudian dialihkan ke Tinombo.

“Saya pribadi meminta ke kementerian kesehatan agar proses pendidikan politeknik ini sudah di mulai pada tahun depan dan akan membuka jurusan bidan dan perawat kemudian apoteker dan tenaga lab, mengingat rumah sakit di Parigi Moutong sudah mempunyai fasilitas laboratorium tapi masih kurang tenaga yang ahli di bidang ini.” Ucap Bupati Samsurizal.

Bupati juga mengungkapkan bahwa sejak 3 tahun lalu pihaknya telah meminta ke kementerian pusat untuk di bangunkan sekolah atau pusat pendidikan tehnik perbengkelan atau perbaikan alat alat kesehatan.

“Karena sampai saat ini saya melihat setiap alat kesehatan yang rusak hanya langsung di taruh di gudang karena tidak ada tempat atau tenaga ahli yang dapat memperbaikinya.

Hal ini tentunya sangat merugikan daerah mengingat alat-alat kesehatan tersebut di beli dengan harga yang cukup mahal” ucap bupati.

Bupati menambahkan bahwa untuk membuka politeknik kesehatan ini ia meminta kepada para dokter untuk dipersilahkan mendaftar untuk menjadi dosen di politeknik ini nantinya.

Sumber : Bagian Prokopim

Editor : Wartawan Senior Pde

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here