Pasangan Adi Chandra Wira Atmaja dan Hikmah Pimpin BEM Unisa Palu

0
208

PALU | matarakyatindo.com – Pemilihan Presiden Mahasiswa atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Alkhairaat Palu resmi berakhir pada tanggal 1 Agustus 2021.

Musyawarah Besar (Mubes) yang dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2021 di buka langsung oleh Rektor Universitas Alkhairaat Palu Dr. Umar Alatas, S. Pi., M.Si. Acara pembukaan Mubes juga dihadiri oleh perwakilan masing-masing BEM Universitas di Kota Palu dengan mematuhi protokol kesehatan yang dilaksanakan di ruang aula Universitas Alkhairat Palu.

Dalam proses pemilihan BEM Unisa, pasangan Adi Chandra Wira Atmaja dan Hikmah berhasil meraih kemenangan secara aklamasi setelah dua pasang kandidat lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat pencalonan oleh panitia Mubes.

Pasangan Adi Chandra Wira Atmaja dan Hikmah merupakan pasangan yang di usung oleh BEM Fakultas Sastra dan Fakultas Perikanan.

Adi, panggilan akrab Adi Chandra Wira Atmaja merupakan Mahasiswa semester 5 (lima) Fakultas Sastra, sementara Hikmah juga merupakan Mahasiswi semester 5 (lima) Fakultas Perikanan.

Pasangan terpilih mengusung Visi “Membangun Kebudayaan intelektual yang dialektis dan pola kerja yang holistik integratif antar setiap lembaga dalam kampus berasaskan pancasila dan nilai-nilai kealkhairaatan.

Sementara misi pasangan terpilih ;

1. Menyerap, mengadvokasi dan mengawasi tercapainya aspirasi setiap lembaga intra-kampus secara adil dan demokratis.

2. Membangun pola komunikasi antar lembaga intra-kampus yang integratif demi mempercepat upaya pembangunan dan pemberdayaan UKM yang vakum.

3. Membangun kebudayaan intelektual yang bersifat dialektis, adil dan demokratis melalui program kerja dengan berorientasi pada nilai Pancasila dan nilai-nilai kealkhairaatan.

Pasangan Adi Chandra Wira Atmaja dan Hikmah juga akan membangun komunikasi lintas Universitas di Sulawesi Tengah guna untuk menciptakan keharmonisan lintas Universitas sekaligus merespon isu-isu strategis.

Selain itu, Pasangan Adi dan Hikmah juga akan berupaya mengembalikan 3 indentitas intelektual kampus yakni sebagai Agend of Change, Sosial Control dan Iron Stock.

Bagaimanapun kata Adi, era modern saat ini menuntut kita untuk terus kreatif, produktif dan adaptif tapi tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here