Pasca Gempa Sulbar M 6,2, Enam Desa Masih ‘Terisolasi’ Butuh Bantuan Logistik

0
66

Foto : Relawan asal Sulawesi Selatan yang mencoba menerobos desa terisolasi (F-Ist)

MAJENE || matarakyatindo.com – Pernyataan seorang relawan asal Sulawesi Selatan melalui Vidio colnya Minggu (17/1/2021) menyebut sebanyak enam desa di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) masih terisolasi. Antara lain yakni Desa Sambodo, Kabiraan, Tande Allo, Ulumanda, Popenga, dan Desa Panggalo.

Salah satu desa terisolasi terekam kamera salah seorang relawan (F-Ist)

Dengan tegasnya para relawan yang tembus berjalan kaki menuju salah satu desa yang terimbas goncangan 6,2 SR Jumat pekan lalu merasa prihatin karena logistik untuk pengungsi yang berada di lapangan terbuka belum juga menerima bantuan.

“Salah satu cara untuk tembus ke Enam desa terisolasi untuk mengirim logistik saat ini yaitu dengan menggunakan Helikopter karena akses jalur menuju desa terpencil tidak mungkin bisa tembus karena banyak batu besar yang menghalangi jalur tersebut” jelasnya.

Dampak goncangan 6,2, salah satu puskesmas hancur didesa terpencil (F-Ist)

Dirinya berharap kiranya pemerintah, para relawan bisa secepatnya mengirimkan bantuan logistik ke daerah terpencil, karena sudah beberapa hari pasca gempa, mereka belum menerima bantuan. Yang dibutuhkan adalah obat-obatan, tenda, selimut, Supermi, air mineral, harapnya.

Salah seorang relawan yang memberikan keterangan terkait terisolasinya enam desa yang butuh logistik (F-Ist)

Sementara, para relawan berasal dari Kabupaten Parigi Moutong yang berada di Majene memberikan kabar terkait sejumlah desa yang terisolir belum bisa ditembus menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, kata Ariesto dari Majene pagi ini.

Menurutnya, yang bisa menembus desa terisolasi hanya mereka yang kuat fisiknya karena perjalanan menuju desa terdekat lebih kurang empat jam perjalanan menembus terjangan tebing yang curam.

“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah atau BNPB maupun BPBD supaya daerah terisolir ini bisa diprioritaskan, salah satunya menggunakan Helikopter. Kami relawan Parigi Moutong (Sulteng) masih fokus kepada pengungsi yang berada di wilayah yang bisa diakses pakai kendaraan roda empat” ujarnya dari balik ponselnya kepada matarakyat Indonesia. (**)

Penulis : Sumardin (Pde)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here