Pekerjaan Lapangan Sepak Bola Kelapa Lima Popayato Timur Diduga Bermasalah

0
832
Kondisi Lapangan di Desa Kelapa Lima (Foto : Ist)

Gorontalo, Pohuwato – matarakyatindo.com – Pekerjaan Lapangan Sepak Bola yang berada di Desa Kelapa Lima, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, Diduga sedang bermasalah, Selasa (13/8/2019).

Pasalnya, karena pekerjaan Lapangan dikerjakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) tersebut tidak sesuai dengan Harapan Masyarakat, Lapangan yang seharusnya diratakan, tapi justru tidak merata, perbaikan lapangan itupun menghabiskan anggaran sebesar 100 juta rupih.

Sebelumnya, anggaran perbaikan lapangan tersebut sebesar 100 juta, dan dilakukan dua kali penarikan, penarikan pertama sebesar 40 juta, dan penarikan kedua sebesar 60 juta.

Warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa pekerjaan lapangan yang berada di Desa Kelapa Lima itu tidak dapat memberikan kepuasan kepada masyarakat.

“Torang yang berada didesa ini sangat kecewa dengan pemerintah desa, khususnya anak-anak muda yang berada di Desa Kelapa Lima ini,” Tuturnya.

Warga itupun melanjutkan bahwa mereka sudah terlalu sabar menghadapi sikap Pemerintah Desa yang dinilai tidak terlalu memikirkan kebutuhan masyarakatnya.

“Selama ini pemdes dan juga seluruh aparatnya tidak terbuka kepada torang masyarakatnya, kalau ada yang torang mo tanyakan kepada mereka, dorang seakan menyembunyikan sesuatu,” Imbuhnya.

dihubungi terpisah oleh media matarakyatindo.com pada hari Sabtu (10/08/2019) salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan nama sapaannya Sisa Nina itu menyampaikan bahwa di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) itu dengan menggunakan alat berat mobiler, tapi pekerjaannya tidak sesuai dengan Harapan masyarakat.

“Anggarannya sudah habis, Hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan semestinya,” Imbuhnya.

Sisa Nina itu menjelaskan bahwa mereka selaku BPD sudah menyampaikan semua permasalahan ini Kepada Kecamatan, namun pihak Kecamatan hanya seakan memberikan pembelaan kepada Pemdes yang bersangkutan, sehingganya kami sudah membiarkan hal tersebut, karena percuma mereka melaporkan kepada yang berwenang, namun tidak ada upaya penyelesaiannya dari pihak kecamatan.

“Kami menunggu orang yang dapat menyampaikan aspirasi kami ini kepada Bupati, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Desa (PMD),” Pungkasnya.

Sampai berita ini dilansir Kepala Desa dan bendahara Desa tidak dapat di mintai keterangan, media sudah mencoba untuk menghubungi Kepala Desa melalui telvon selularnya, tapi belum tersambung

Reporter : Ramlan Tangahu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here