‘Pelarian’ Kades Jononunu di Parimo Tersangka DD Rp 360 Jutaan, Berakhir di Jeruji Besi

0
757
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Parigi, Muhammad Rifaizal, SH (Foto : Sumardin/Pak De')

PARIMO – matarakyatindo.com – Tim Kejaksaan Negeri Parigi bekerja sama dengan tim Buser Polres Parigi Moutong pada Selasa (24/9/2019) malam berhasil menangkap Kepala Desa Jononunu Kecamatan Parigi Tengah Kabupaten Parigi Moutong di Sulawesi Tengah berlokasi di desa Jononunu, tepatnya rumah kediaman tersangka ‘Korupsi’ DD TA 2018.

Saksi mata yang enggan menyebut namanya di TKP Desa Jononunu mengatakan, drama adu kejar-kejaran malam itu sangat melelahkan. Sang Kades Sahrudin bahkan berupaya keluar dari jendela rumahnya dengan melompati pagar halaman. Tapi, tim sudah keburu menangkapnya, tepat di belakang rumah tersangka, ujarnya kepada media ini.

Kepala Kejaksaan Negeri Parigi melalui Kasi Intel Muhammad Rifaizal SH kepada sejumlah media mengatakan, penetapan tersangka terhadap Kades Jononunu pada Selasa (24/9/2019) malam itu setelah dilakukan ekspos oleh tim penyidik yang telah bersepakat.

“Dalam kesepakatan kami yaitu dalam pemenuhan syarat-syarat untuk ditetapkannya seseorang menjadikan tersangka, telah terpenuhi sesuai dengan standarisasi KUHAP” urainya.

Penyidik, kata Rifaizal telah menetapkan Saharudin Habilawasa selaku mantan Kades Jononunu periode 2014 – 2020 sebagai tersangka atas dugaan penyalagunaan dana desa (DD) dengan potensi kerugian Rp360 jutaan versi penyidik yang didasarkan pada fakta dan keterangan para saksi.

Setelah ditetapkan tersangka, lanjut Kasi Intel Kejaksaan Negeri Parigi, tim penyidik dan tim dari Kepolisian melakukan meeting, sehingga saat proses penangkapan relatif lebih sof (sejuk).

“Memang ada upaya tersangka ingin melarikan diri, karena yang bersangkutan (tersangka) saat dilakukan penangkapan sempat bergegas melompat dari jendela ketika melihat tim sudah berada di TKP” Kisah Rifaizal.

Namun, dari keterangan para saksi terekspos bahwa yang melakukan perbuatan melawan hukum itu terindikasi baru satuborang, yaitu mantan Kades Jononunu sendiri. Alasannya, karena yang mengatur semua putaran uang Dana Desa TA 2018 lalu adalah mantan Kades seorang diri, terang Kasi Intel ini.

“Adapun pasal yang disangkakan terhadap tersangka ‘korupsi’ Dana Desa tahun anggaran 2018 bernilai Rp360 jutaan itu dikenakan Pasal 2 subsidir pasal 3 UU 31 TAHUN 1999 JO UU Nomor 20 tahun 2001 dengan ancaman kurungan paling sedikit 4 tahun penjara, paling lama seumur hidup” Pungkasnya.

Reporter : SUMARDIN / DENI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here