Pembangunan GOR Parimo ‘Mangkrak’, Polisi Akan Melakukan Penyelidikan

0
189
  • PARIMO | matarakyatindo.com – Kasus mangkraknya pembangunan Gelanggang Olah Raga (GOR) yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong melalui Dinas Pemuda dan Olahraga tahun 2019 – 2020 menuai kritik ‘pedas’ dari kelompok Aksi Masyarakat Peduli Birokrasi (Ampibi).

Kepedulian Ampibi patut dihargai, mengingat ada sejumlah kasus dugaan korupsi yang selama ini masih ‘ter-pasung’ untuk segera diungkap dipermukaan, sebagaimana penjelasan juru bicara Ampibi saat bersilaturahim dengan Kapolres Parimo AKBP Andi Batara Purwacaraka SH SIK, Selasa (27/4/2021).

Dalam diskusi tersebut, Ampibi mendesak kepihak Kepolisian untuk bisa bersinergis mendukung laporan masyarakat terutama dalam upaya melakukan penyelidikan (Lidik) terhadap mangkraknya pembangunan GOR dengan nilai puluhan Miliar rupiah.

“Maaf pak Kapolres, kami sebagai perwakilan masyarakat dari perwakilan Ampibi sangat berharap sinergitas ini, dengan harapan sekiranya dapat melakukan Lidik terhadap kasus GOR oleh Dinas Pemuda dan Olahraga tahun 2019-2020, walaupun beberapa kasus yang sudah menjadi catatan penting untuk ditindaklanjuti” kata Zul saat audensi dengan Kapolres diruang pertemuan.

Zul katakan, sebagai masyarakat yang peduli atas sejumlah catatan dugaan kasus korupsi di Parimo, dirinya meminta kepihak Kepolisian untuk fokus atas laporan utama Ampibi. Pasalnya, bahwa yang bisa melakukan penyelidikan soal mangkraknya pembangunan GOR hanyalah tim penyidik dari Kepolisian, urainya.

Jika ini akan sukses dilakukan pihak Kepolisian, sudah jelas akan menjadi hal yang positif. Dan kami selaku perwakilan masyarakat dari Aksi masyarakat peduli birokrasi (Ampibi) Parigi Moutong akan selalu menjunjung tinggi rasa kebersamaan dengan pihak Kepolisian, ungkap Zul.

Sementara, juru bicara Ampibi yang lain, Ahlan Latandu menyatakan, kebijakan pemerintah Kabupaten saat ini bukan lagi menjadi bahasa baru. Persoalannya, setiap kebijakan yang ada selalu menjadi ‘polemik’ di pihak ASN. Akibatnya, banyak ASN tidak bisa berbuat apa-apa karena desakan pimpinan.

Bagi dirinya sebagai mantan Sekertaris Inspektorat yang kini sudah menjadi ‘pensiun’ dan bergabung dengan Ampibi menginginkan agar semua dugaan korupsi di Parimo bisa terungkap, walau kasus korupsi yang kecil sudah terangkat dipermukaan, kata Ahlan.

Dirinya berharap kiranya pihak Kepolisian bisa mengangkat persoalan dugaan kasus mangkraknya pembangunan GOR bernilai miliaran rupiah secara perlahan,”Kami tunggu hasilnya” kata Ahlan.

Kapolres Parimo AKBP Andi Batara Purwacaraka SH SIK ketika menerima laporan Ampibi langsung menyimpulkan bahwa kewenangan Polisi sebagai penyidik masih sebatas menerima informasi .

“Teman-teman Ampibi sudah melakukan silaturahmi dan kami ucapkan terima kasih. Dan terkait laporan pembangunan GOR yang tidak tuntas, sebetulnya Polres sudah melakukan Lidik dan sudah melakukan wawancara kepada beberapa orang” kata Kapolres kepada Wartawan ini usai melakukan pertemuan dengan pihak Ampibi.

Menurutnya, sesuai petunjuk Bareskrim / Tipikor, pihaknya belum bisa melakukan ekspos persoalan tersebut, sehubungan dengan mengantisipasi hilangnya barang bukti.

“Karena kami dari pihak Polri selalu bersandar pada SOP sehingga pada saat nanti sudah terpenuhi unsur, maka akan dilakukan gelar perkara lalu dinaikan ke sidik, selanjutnya ketahap 2 (P21) barulah dilakukan ekspos secara keseluruhan” pungkas Kapolres AKBP Andi Batara Purwacaraka SH SIK. (**)

Penulis : Sumardin (Pde)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here