Pemerintah Acuhkan Kondisi Jembatan Bahodopi

0
314

Morowali – matarakyatindo.com Kini kondisi jembatan Bahodopi sudah sangat memprihatinkan tapi belum juga ada perhatian serius dari Pemerintah, padahal jembatan akses penghubung Sulteng-Sultra itu sudah hampir ambruk.

Pasca diterjang banjir beberapa bulan lalu hingga kini jembatan yang berada di sekitar area perusahaan tambang terbesar di Asia itu tidak tampak tanda-tanda akan dilakukannya penanganan dari pihak pemerintah.

Para penggunan jalan maupun pengendara roda dua dan roda empat dibuat resah saat akan melintas dijembatan tersebut, tak heran berbagai cibiran spontanitas dilontarkan terhadap pemerintah yang terkesan menutup mata atas keluhan yang dirasakan.

“Apa di bikin ini pemerintah sehingga penanganan lambat, jangan cuma mau urus yang menghasilkan fee baru bergerak sementara yang genting menyangkut kebutuhan masyarakat di acuhkan,” Cetus salah satu pengendara roda dua saat melintas dijembatan tersebut.

Senada keluhan Samsul (29), salah satu warga Desa Lalampu Kec.Bahodopi merasa was-was saat hendak melintas di jembatan bahodopi apalagi dirinya bersama teman koleganya yang bekerja di PT.IMIP setiap hari lalu lalang lewat jembatan yang hampir roboh itu.

“Saya bersama teman lainnya yang bekerja di PT.IMIP merasa khawatir dan was-was saat melintas dijembatan tersebut setiap harinya,” Keluh Samsul.

Dirinya juga heran kenapa pemerintah hingga kini belum melakukan penanganan, padahal jembatan adalah kondisi darurat yang segera harus dilakukan perbaikan oleh pemerintah.

Apalagi jembatan tersebut setiap hari di lalui sekitar 20 ribu karyawan perusahaan yang sebagian besar warga domisili morowali, tentu dengan jumlah volume pengendara yang begitu besar lewat jembatan tersebut menjadi pertimbangan pemerintah untuk segera melakukan perbaikan.

“Saya selaku warga Lalampu Kec.Bahodopi Kab.Morowali merasa heran kenapa hingga kini pemerintah belum ada penanganan jembatan tersebut, padahal kondisinya sangat memprihatinkan sudah mau hampir ambruk”, Terang Samsul.

Terkait hal tersebut, kepala Dinas PUPR Kab.Morowali Rustam Sabalio ST, MT yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengakui lambatnya penanganan jembatan bahodopi yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Balai Jalan dan Jembatan Sulteng selaku instansi yang berwenang.

Bahkan Dinas PUPR Morowali terakhir sudah menyurat kepihak Balai Jalan dan Jembatan Sulteng di Palu mendesak agar segera dilakukan penanganan tetapi hingga kini belum juga realisasi.

“Kami sudah surati pihak Balai Jalan dan Jembatan di Palu, jawaban mereka (Balai,red) jembatan Belly sementara dalam perjalan tapi hingga kini belum juga ada realisasi,” Jelas Rustam.

PPK Balai Jalan dan Jembatan Prov.Sulteng Nurhasana dikonfirmasi via wa di nomor 0852411588xx tidak memberikan penjelasan maupun tanggapan padahal tampak centrang dua pada wa yang terkirim.

Nantikan tindak lanjut pemberitaan ini hingga penanganan jembatan bahodopi terealisasi.

Reporter : PATAR JUPIAN SIMANJUNTAK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here