Penanganan Pengendalian HIV AIDS di Parimo Diakui Ketua PKVHI Sulteng Sangat Baik

0
88

PARIMO | matarakyatindo.com – Kerja keras pemerintah daerah Parigi Moutong oleh Wakil Bupati H. Badrun Nggai SE dalam melakukan penanganan Pengendalian HIV AIDS saat pandemi covid-19 melanda, diberikan apresiasi oleh Ketua Perhimpunan Konselor VCT AIDS Indonesia (PKVHI) Provinsi Sulawesi Tengah Alvinadeu.

Penyampaian tersebut disampaikan oleh Alvinadeu pada saat pelaksanaan rapat Koordinasi Komisi Penanggulangan Aids (KPA) antar Kabupaten/Kota se Provinsi Sulteng yang pelaksanaan secara resmi dibuka oleh Sekda Provinsi Sulteng melalui Vidcon (Video Conferance), Rabu (9/6/2021).

Wakil Bupati Parigi Moutong dalam pemaparannya menyampaikan, upaya atau jenis kegiatan yang telah dilakukan khususnya di Parigi Moutong dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan HIV AIDS selama Pandemi Covid-19 diantaranya :

1) Pembagian 100 Paket sembako, vitamin, masker dan handsanitiser kepada Seluruh ODHA di Parigi Moutong.
2) Edukasi HIV AIDS secara virtual kepada seluruh masyarakat Parigi Moutong khususnya ODHA yaitu upaya membentuk grup Whats App dari teman ODHA dengan para Konselor di 23 kecamatan agar dapat terus menerus selalu berdiskusi selama kondisi pademi.
3) Membuat pelatihan dan pengukuhan konselor kepada tenaga kesehatan dan puskesmas di Parigi Moutong, dengan Terbentuknya Himpunan Konselor VCT HIV Parigi Moutong sebanyak 30 orang yang tersebar di 23 kecamatan, termasuk dua Rumah Sakit.
4) MRAN 2020 melalui Dinas Kesehatan Parigi Moutong melakukan pemeriksaan HIV dan AIDS secara sukarela sebanyak 100 orang.
5) Monitoring dan Evaluasi di 23 kecamatan di Parigi Moutong yaitu melakukan penguatan komitmen pencegahan HIV AIDS di tingkat kecamatan (semua pasien HIV terpantau). 6) penempatan Layanan Perawatan Dukungan dan Pengobatan (PDP) HIV AIDS di Puskesmas Torue.

Wabup melaporkan bahwa dengan adanya konselor di tiap kecamatan yaitu bertujuan untuk menemukan kasus lebih dini kemudian pemeriksaaan HIV secara sukarela nantinya akan lebih banyak dan selanjutnya juga ada pemantauan pengobatan ARV yang dapat terpantau dengan baik.a

Saat ini kabupaten Parigi Moutong hanya memiliki satu puskesmas khusus untuk pelayanan PDP HIV AIDS.

“Kedepannya dengan segala upaya serta dukungan dari pemerintah provinsi melalui Komisi Penanggulangan Aids prov.sulteng berharap bisa menambahkan layanan PDP HIV AIDS ini” harap Badrun.

Paling tidak lanjutnya, agar di 17 puskesmas kecamatan yang ada juga kedepannya akan ada tindak lanjut yang dilaksanakan oleh pemerintah melalui Dinas Kesehatan serta Komisi Penanggulangan Aids Parigi Moutong.

Hal ini bermaksud membentuk pendamping Orang Dalam HIV AIDS (ODHA) di 23 kecamatan serta usulan pengadaan alat pemeriksaan Viral Load untuk ditempatkan disetiap puskesmas di Parigi Moutong, harapnya.

Wabup jelaskan, secara grafik kasus HIV dalam kurung waktu ditahun 2019 s/d 2021 per TW1 menurun 13,1% dan secara grafik untuk kasus AIDS menurun 24,1% dalam kurung waktu ditahun 2019 s/d tahun 2021 di TW1, dan untuk kasus kematian menurun 50% dalam kurung waktu 2019 s/d 2021 TW1, dan selama pandemi tercatat belum ada pasien ODHA yang meninggal dunia akibat covid19 pungkasnya. (**)

Sumber : HUMAS PEMDA / Editor : Pde

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here