Pendukung Data Valid Dalam Pemetaan Indeks Daya Saing Daerah Perlu Penguatan OPD

0
115
Editor : Sumardin (Pde) 

PARIMO | matarakyatindo.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong melalui Bappalitbangda Bidang Litbang melaksanakan sosialisasi pemetaan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD), berlangsung di kantor Bappalitbangda dan di ikuti OPD terkait, Rabu (2/9/2020).

Kepala Bidang Litbang Bappalitbangda Parimo, Dipan Wiraksa dalam sosialisasi tersebut menyampaikan, pemetaan IDSD dengan 97 data yang ada, hampir semua indikator menuntut kita semua untuk mengisi indikator dimaksud.

Dalam hal mengisi semua indikator sebagai tujuan untuk mewujudkan ekosistem inovasi yang harus berkolaborasi dengan unsur teknis lainnya, Para OPD terkait, lembaga Litbang dan Perguruan Tinggi serta dunia Industri.

“Sosialisasi Pemetaan Indeks Daya Saing Daerah Kabupaten Parigi Moutong kedepan perlu dilaksanakan maksimal terkait Anugerah IPTEK Budhipura Tahun 2020″, Tutur Kabid Litbang saat pimpin Sosialisasi IDSD.

IDSD dimaksud sambung Kabid Litbang, semuanya sudah tertuang dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sinas IPTEK dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah.

“Jelas makna didalamnya yaitu antara pemerintah pusat dan daerah terus mendorong peningkatan inovasi daerah yang secara nomenklatur dikoordinasikan oleh Kemendagri.” urainya.

Kemudian PP Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, yang saat ini sedang berlangsung proses lomba inovasi daerah bertujuan tujuan untuk peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat dalam rangka peningkatan daya saing daerah, terangnya.

Sementara, Yuliyanti Niimu, SE Kepala Seksi Inovasi dan Teknologi menjelaskan, pengukuran tingkat daya saing (competitiveness) suatu daerah merupakan salah satu parameter dalam konsep pembangunan berkelanjutan dan merupakan program strategis Ditjen Penguatan Inovasi Daeràh Kemenristek.

Bahkan untuk komponen dalam pemetaan dan pengukuran IDSD telah meliputi 4 aspek yaitu faktor penguat (enabling environment), sumberdaya manusia (human capit), pasar (market) dan ekosistem inovasi, yang selanjutnya dijabarkan menjadi 12 pilar, 23 dimensi dan 97 indikator.

“Keakuratan dan update data dapat berpengaruh dalam mendongkrak IDSD kabupaten, sehingga semua perangkat daerah yang memiliki kewenangan terkait data IDSD harus dapat memberikan data yang valid disertai evidence sebagai data pendukung yang harus dipenuhi dalam pemetaan dan pengukuran IDSD tersebut”, Ujar Yuliyanti.

Hal ini kata Yumianti bertujuan sebagai sarana informasi dan pembelajaran, mengetahui kondisi faktual dari beberapa indikator dimensi dan pilar, serta bisa terlihat mana yang lemah dan mana yang baik.

Yuliyanti katakan, proses pengembangan tools pemetaan IDSD dilakukan sejak tahun 2017 yang saat itu diuji terapan di tiga kabupaten dan 2 kota mewakili Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur. Sedangkan tahun 2018 dilakukan perbaikan indikator sehingga dapat diterapkan di 82 pemerintah daerah terdiri 12 Provinsi, 54 Kabupaten dan 16 Kota.

“Sedangkan untuk Tahun 2019 sudah dilakukan pemetaan sebagai dasar penilaian Budipura dan Adipraja”, ungkapnya.

HUMAS PEMDA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here