Penganiayaan Terhadap Aktivis IAIN Gorontalo, Direktur LBH Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Angkat Bicara!!

1
1176
Wahyu Muhdin, Seorang Mahasiswa IAIN Gorontalo Menjadi Korban Penganiyaan (Foto : Ramlan Tangahu)

Gorontalo – matarakyatindo.com – Wahyu Muhdin, Seorang Mahasiswa IAIN Gorontalo Menjadi Korban Penganiyaan oleh Sekolompok orang yang tidak dikenal. Wahyu dianiaya di jln glatik, kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

Wahyu Muhdin Sementara Duduk di sebuah Depot Air Minum, Tiba-tiba datang orang yang tidak kenal menghampirinya, dan langsung melayangkan Pukulan kepadanya. yang mengakibatkan Luka dibagian hidung dan satu buah giginya juga patah. Jumat (05/07/2019)

Terkait Penganiyaan tersebut Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Islam (GPI) Khairul Amin SH, ketika dikonfirmasi Melalui Via WhatsApp Minggu, (07/07/2019), beliau menyampaikan bahwa Mahasiswa Menyampaikan aspirasi dan Tuntutan kepada Civitas Akademika itu adalah Hak dan di jamin oleh Undang-undang.

“Intinya mahasiswa menyampaikan aspirasi kepada civitas akademika itu adalah Hak, dan di jamin oleh undang undang,” Ucap Khairul Amin Selaku Direktur LBH PP GPI.

Khairul Amin Menambahkan Bahwa Sebetulnya juga tidak harus melakukan Perusakan Fasilitas Kampus, akan tetapi, jika hal demikian yang terjadi, maka pihak kampus mestinya lebih menggunakan cara cara lain, seperti memberikan Nasihat kepada mahasiswa untuk bisa segera menyelesaikan masalah yang ada, Bukan malah sebaliknya, menggunakan cara-cara premanisme seperti itu.

“memang seharusnya tidak merusak fasilitas kampus, jika sampai itu terjadi, maka pihak kampus mestinya menggunakan cara-cara yang mendidik untuk menyelesaikan masalah.bukan malah sebaliknya memakai cara jalanan seperti preman pasar,” Tegas Khairul Amin.

Direktur LBH PP GPI itu melanjutkan bahwa apabila dugaan penganiayaan itu benar-benar terjadi, dan ada keterlibatan pihak kampus dalam masalah tersebut, baik itu secara langsung ataupun tidak langsung, agar kiranya pelaku yang terlibat itu diserahkan kepada pihak kepolisian dan di proses sesuai hukum yang berlaku.

“jika dugaan itu benar bahwa penganiayaan yang terjadi ada keterlibatan pihak kampus atau civitas akademika baik secara langsung ataupun tidak langsung. maka pelakunya diseret kepada pihak yang berwajib dalam hal ini aparat Kepolisian untuk di proses secara hukum,” Pungkas Direktur LBH PP GPI.

Direktur LBH PP GPI Khairul Amin Berharap agar pihak yang berwenang dapat segera memproses masalah penganiayaan yang terjadi di Kampus IAIN Gorontalo, karena Masalah ini tidak bisa didiamkan dan dibiarkan begitu saja.

“Agar pihak kepolisian bertindak cepat dan segera memproses kasus penganiayaan terhadap mahasiswa tersebut, dan masalah ini tidak bisa ditolerir dan dibiarkan begitu saja,” Tutup Khairul Amin Selaku Direktur LBH PP GPI.

Reporter : Ramlan Tangahu

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here