Penggunaan Sianida di Tambang Ilegal Bakal Mengancam Lingkungan, Berikut Diskusi Publiknya…!

0
238

PARIMO | matarakyatindo.com – Pertambangan emas di wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Sulteng) secara ilegal semakin marak. Akibatnya, dampak yang diperoleh bagi masyarakat disekitar penambangan telah terancam kehidupan mereka.

Atas adanya ancaman penggunaan Sianida (Mercuri) inilah membuat Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola MSi langsung memberikan surat resmi tentang penutupan karena tidak memiliki izin resminya.

Lantas bagaimana tindak-lanjut atas pelarangan bagi penambang tak berizin ? Melalui Badan Intelejen Negara Provinsi Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Badan Persatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Parigi Moutong, Kamis 30/1/2020) melaksanakan diskusi publik dalam penanganan pertambangan ilegal di Kebupaten Parigi Moutong, bertempat di Aula kantor Bupati.

Diskusi Publik yang berlangsung sehari dibuka oleh Wakil Bupati H Badrun Nggai, SE dihadiri Badan Intelejen Provinsi Sulawesi Tengah, kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Povinsi Sulawesi Tengah, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten, Kepala OPD, Perwira Penghubung 1306 Donggala, Kapolres dan Camat se-Kabupaten Parigi Moutong.

Wabup mengatakan, dalam rangka penanganan pertambangan ilegal di Kabupaten Parigi Moutong yang sudah cukup banyak pertambangan dikelolah masyarakat baik yang sudah maupun belum memiliki izin maka dari itu dibutuhkan peran kita semua.

“Sehingga saya mengecek satu persatu camat yang hadir dalam diskusi ini karena ujung tombak dari semua itu adalah para camat karena lokasi tambang ada di wilayah kecamatan yang mengawasi adanya praktek pertambangan oleh masyarakat”, Kata Badrun.

Untuk menyikapi kegiatan tersebut Wabup memberikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada Badan Intelejen Negara Provinsi Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten yang telah menyelenggarakan diskusi publik ini.

“Hari ini saya harapkan ada kesepakatan antara pemerintah daerah kabupaten dan para camat dengan badan intelejen juga Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Povinsi Sulawesi Tengah dalam meminimalisir pertambangan yang dilakukan oleh masyarakat”.tegasnya.

Selain itu Kata wabup, usaha penambangan yang dimulai dari eksplorasi membuat lingkungan akan sangat rentan tercemar lantaran penggunaan sianida atau merkuri yang digunakan para petambang emas, belum lagi aspek keselamatan yang juga kerap diabaikan oleh para penambang dalam aktivitas pertambangan ilegal.

Sumber : Humas Pemda / Editor : Pde

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here