Pengurus Puskud Sulteng Berpindah Pimpinan, Sofyan Dipercaya Nahkodai Organisasi

0
74

Foto : Plt Ketua Puskud Sulteng Sofyan bersama Ketua Badan Pemeriksa Mahfud Umar (F/BIM)

PALU | matarakyatindo.com – ‘Kisruh’ pengurus Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) provinsi Sulawesi Tengah belum lama ini yang di karenakan ketidak-percayanya terhadap pengurus lama atas pimpinan H.AB akibat tersandung hukum, kini sudah mendapat titik terang.

Berdasarkan Rapat luar biasa dan musyawarah pengurus Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Sulawesi Tengah (Sulteng) pada tanggal 1 Pebruari 2020 bertempat di Hotel Astoria Palu, menunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Puskud periode 2020, Sofyan Armawan untuk menahkodai organisasi itu.

Demikian hal diungkapkan, Plt Ketua definitif Sofyan Armawan saat dikonfirmasi Matarakyatindo.com, dibilangan Jalan S.Parman, bertempat Hotel Astoria, Kota Palu, Selasa (17/03/2020) siang.

“Berdasarkan Rapat luar biasa yang dilaksanakan anggota Puskud Sulteng kemarin, kami tidak pernah beranggapan adanya dualisme kepengurusan. Hal itu berdasarkan Undang-undang Koperasi Nomor 25 puluh tahun 2009,” kata Sofyan.

Kalaupun ada tanggapan dari pengurus lama yang mengatakan bahwa itu dualisme ? Namun bagi pengurus hasil keputusan Rapat luar biasa tetap mengatakan ‘tidak iya – betul ya’. Inipun memang sudah seperti itu, artinya jika ada pendapat dari yang lain, mungkin ada asumsi seperti itu.

Selanjutnya kata Sofyan, soal kapan dilantik untuk kepengurusan baru ? Tentu secara aturan untuk kepengurusan baru, hari itu juga ditetapkan melalui rapat luar biasa anggota, jelasnya.

Sebagai harapannya, kepengurusan Puskud yang baru kedepannya diharapkan bisa menyatu sebagaimana harapan dari anggota, terutama sebagai pemilik wadah KUD se-Sulawesi Tengah.

“kedepan bagaimana Puskud lebih baik daripada hari ini. Tentunya ini adalah melalui perjuangan dalam upaya menyamakan persepsi meningkatkan per-koperasian di Sulteng dengan membangun kekeluargaan dalam hal mengambil keputusan melalui musyawarah. Sedangkan pengurus dan pelaksana membawa mandat anggota.

Kapan pun anggota melihat bahwa pengurus kemarin ini tidak punya kemampuan untuk memajukan Puskud, lanjut Sofyan, mungkin itu memang aturannya harus seperti itu. Tapi setidaknya kita melihat aturan yang sebenarnya.

“Semua hasil musyawarah pengurus Puskud sudah dilaporkan kepada Gubernur waktu itu. Sedangkan berikutnya ini juga akan dilakukan pertemuan kembali dengan Gubernur sebagaimana jadwal tersedia” pungkas Sofyan.

Senada, Ketua Badan Pemeriksa Puskud Mafud Umar SH mengatakan, kepengurusan Puskud saat ini sudah berpindah tangan. Hal ini dilakukan karena permintaan pengurus KUD se-Sulteng sebanyak 52 orang pengurus sebagaimana daftar kehadiran saat pelaksanaan Rapat luar biasa awal Pebruari 2020 lalu, tutupnya.

Reporter : BIM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here