Pentingnya SDM Handal Untuk ‘Mensortir’ Faktor Kemiskinan Warga, Berikut Penjelasan Politisi NasDem

0
338

Liputan khusus : Sumardin (Pde)

PARIMO | matarakyatindo.com – Kabupaten Parigi Moutong yang memiliki Sumber Daya Alam yang berlimpah, ternyata belum mampu mengangkat derajat masyarakat berkategori kurang mampu selama daerah ini berpisah dari Kabupaten Donggala sejak tahun 2002 lalu.

Hal ini di karenakan belum terlihatnya pencapaian Sumber Daya Manusia (SDM) handal sebagaimana yang menjadi ikon visi dan misi Pemda Parimo masa kepemimpinan Bupati terdahulu.

Hal ini dapat diartikan, jika SDM di ‘pertajam’ diyakini untuk mengelola SDA di wilayah Parigata ini akan lebih baik demi untuk ‘mensostir’ faktor kemiskinan yang landai di daerah pemilihan yang menjadikan dirinya sebagai wakil rakyat Parimo di Sulteng.

Inilah dua sosok Wakil rakyat DPRD provinsi yang melakukan sharing dengan warga Parigi (F-Pde)

Demikian sepenggal pengantar kata yang disampaikan politisi NasDem anggota DPRD provinsi dari Komisi IV Ibrahim Hafid saat melakukan dialog dengan konstituennya di Cafe Wapres Kelurahan Bantaya Kecamatan Parigi semalam, Rabu (3/3/2021) pukul 22.30 wita.

Ibrahim Hafid menyebut, Kabupaten yang dijuluki sebagai penghasil beras berkualitas di Sulteng ini belum terlihat soal bagaimana hasil produk wilayah kita menjadi brand positif, dalam rangka menjadikan peningkatan pendapatan masyarakat.

Paling tidak kata Ibrahim, peningkatan Sumber Daya Manusia harus lebih digenjot melalui kerja bersama secara terkoordinasi. Alasannya, karena daerah Parimo belum keliatan perubahannya sehingga faktor kemiskinan sangat ‘besar’.

“Maaf, saya bukan mengkomersilkan tugas pemerintah daerah, namun hal ini adalah sesuai data yang ter-abdet oleh BPS setempat. Namun untuk mencari solusi sehingga kedepannya daerah ini harus dibangun dengan tulus serta demokratis” ujarnya.

Coba kita lihat kondisi geografis Kabupaten Parigi Moutong yang memiliki panjang garis pantai mencapai 472 Km. Ini artinya bahwa warga yang mendiami pesisir pantai adalah kaum nelayan yang berkategori kurang mampu dan diperkirakan sekitar ribuan orang.

Lantas apa yang harus di prioritaskan untuk kedepannya ? Paling tidak upaya kita semua harus membantu walau dalam melakukan dialog seperti ini demi pencapaian SDM yang bersinergis, ujar Ibrahim.

Sementara iklim tropis daerah kita sangat cocok bagi pertumbuhan tanaman yang meliputi kegiatan pertanian dan perkebunan yang terdapat di pedesaan dan pegunungan.

Jika dimanfaatkan lahan yang ada, akan terdapat banyak hasil pertanian dan perkebunan seperti beras, umbi-umbian, sayur-sayuran, buah-buahan, dan juga kacang-kacangan. Namun hasil pertanian yang ada saat ini hanyalah beras.

“Inilah suka dukanya bagaimana cara ‘mensostir’ faktor kemiskinan di daerah kita, terutama bagaimana memajukan SDM para nelayan biasa menjadi nelayan yang berdaya saing, sehingga gelontoran bantuan pemerintah pusat terus mengalir sebagaimana yang dicapai Kabupaten Sigi saat ini, padahal daerah itu tidak memiliki laut” ujarnya.

Ibrahim menambahkan, dari aneka inovasi yang ada, program dan kerja keras seluruh pihak terkait semestinya mampu mengerakan laju pertumbuhan ekonomi kabupaten Parimo.

Sementara dari data yang ada telah menunjukkan jika PDRB merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang menggambarkan bagaimana kinerja perekonomian Kabupaten Parimo bisa baik.

“PDRB juga menggambarkan kemampuan Pemkab Parimo dalam mengelola sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki,” ujarnya saat berdialog semalam.

Bahkan tumbuh kembangnya perekonomian dan terus naiknya PDRB juga berdampak positif peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dimana IPM merupakan indeks mengukur capaian pembangunan manusia berbasis komponen dasar kualitas hidup mencakup umur panjang, sehat; pengetahuan dan kehidupan yang layak.

Pantauan media ini, pertemuan semalam sangat terkesan dan layak menjadi referensi para wakil rakyat di DPRD Sulteng ini, karena beberapa penanya terus mendesak kepada dua sosok anleg perwakilan Parimo ini agar selalu memonitor perkembangan wilayah dapilnya.

“Saya sangat berterima kasih atas kehadiran dua sosok Wakil rakyat Sulteng Dapil Parimo semalam. Karena ini sangat penting demi mencapai perubahan daerah secara global. Siapa saja figur kedepannya, yang penting dia cerdas dan bertanggung jawab, dan bukan hanya retorika saja” kata Ustadz Ismail saat menyampaikan seuntai kata penutup. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here