Pimpinan OPD di Parimo “Malas” Hadiri Rapat Penanggulangan Stunting

0
263
(Foto : Sumardin)

PARIMO – matarakyatindo.com – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) provinsi Sulawesi Tengah saat ini serius menanggulangi stunting hingga kedesa terpencil. Namun, pimpinan OPD yang mendapat undangan resmi enggan hadiri acara seremonial tersebut. Ada apa ?

Padahal dalam hal kesepakatan kerja, tercatat sudah ada 36 OPD sebagai tim terpadu yang berkaloborasi melakukan tindakan penanggulangan stunting seperti Bappelitbangda sebagai leading sektor, Perikanan, Pertanian, Ketahanan Pangan, Kesehatan, Dinas Pendidikan, RSUD serta seluruh Camat serta BUMD yang ada di Parigi Moutong. Namun saat pertemuan, tak terlihat pimpinan OPD yang hadir.

Wabup Badrun Nggai dalam sesi wawancara dengan media matarakyatindo.com baru baru ini menyatakan, penurunan stunting adalah wajib dilaksanakan dalam upaya menekankan pentingnya konvergensi intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif ditingkat Kecamatan hingga ketingkat desa.

Strategi ini lanjut Wabup, wajib ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui beberapa sasaran yang berkaitan dengan tehnik penurunan stunting, dimana pada sasaran 1000 hari pertama untuk kehidupan dari anak sejak dikandungan sampai berusia 23 bulan.

“Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh Camat, para Kepala desa, BPD, Tokoh Masyarakat dan pendamping desa serta unsur lainnya yang berperan dalam proses perencanaan pembangunan desa agar wajib menindaklanjuti strategi percepatan penurunan angka stunting dengan melakukan intervensi pada program dan kegiatan yang direncanakan mulai dari tingkat desa dengan tetap berpedoman pada regulasi” ujar orang nomor dua ini.

Sebelumnya, dalam pertemuan Wakil Bupati Parimo bersama sejumlah OPD pendukung penurunan stunting yang berlangsung di Aula Kantor Bappelitbangda, Wabup menyoroti sejumlah OPD yang tidak hadir pada rapat penangulangan Stunting itu.

“Saya lihat banyak OPD yang tidak hadir, padahal sudah diundang mereka. Saya minta tolong Stunting ini sangat penting untuk bersama sama kita turunkan sampai 10 persen,”Ucapnya.

Dia menghimbau agar OPD terkait melakukan sosialisasi secara terus menerus dan memerintahkan Bappelitbangda sebagai leading sektor untuk menyusun pembuatan Peraturan Bupati (Perbup) agar dapat mengoptimalkan penurunan Stunting secara efektif dan efisien, harapnya.

Reporter : SUMARDIN /DENI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here