Polres Parimo Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Tinombala 2019

0
256

Parimo, Matarakyatindo.com Apel Gelar pasukan patuh Tinombala Polres Parimo 2019, yang di laksanakan serentak di seluruh Indonesia, yang laksanakan Pukul 08.00 Wita, di halaman polres parimo, dalam rangka meningkatlan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berkendara, guna Keamanan dan ketertiban berlalulintas di wilayah hukum polres Parigi Moutong.

Waka polres Moutong, Kompol I Ketut Tadius. Selaku pimpinan apel, dan dihadiri oleh Pabung Kodim 1306 Donggala Mayor Inf Rompis, Para Pejabat Utama dan Perwira Polres Parigi Moutong, Kapolsek jajaran Polres Parigi Moutong, Kasat Pol PP, Kepala Dinas Perhubungan Parigi Moutong Ketua Jasa Raharja Parigi, Danramil Parigi serta instansi terkait lainya. Kamis, (29/08/2019).

Sesuai amanat Kapolda Sulteng Drs. Lukman Wahyu Hariyanto M,Si. Yang dibacakan Waka Polres Parigi Moutong Kompol I Ketut Tadius, dikatakannya, dengan diselenggarakannya operasi patuh Tinombala ini diharapkan tercapai tujuan agar terwujudnya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, dan menurunkan angka kecelekaan lalu lintas serta mampu menekan jumlah korban kecelakaan lalu lintas.

“Di mulainya Apel gelar pasukan ini merupakan tanda dimulainya pelaksanaan Operasi Patuh Tinombala dan akan berlangsung selama 14 hari kedepan hingga 11 September 2019, ditandai dengan penyematan pita oleh Kapolres Parigi Moutong, pertanda operasi patuh Tinombala dilaksanakan 2 Minggu kedepan” ucapnya.

Pemyematan pita oleh Kapolres Parimo ( foto: Deni)

Selain apel gelar pasukan, persiapan pengecekan kendaraan patroli juga turut dilakukan, baik Kendaraan Roda enam, roda empat dan roda dua yang siap menunjang pelaksanaan tugas operasi untuk menciptakan ketertiban berlalulintas saat berkendara.

“Adapun pelanggaran lalu lintas yang menjadi sasaran operasi, pengendara yang melanggar lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
1. Melawan arus
2. Menggunakan hp saat berkendara
3. Tidak menggunakan helm SNI
4. Pengendara belum cukup umur
5. Pengendara dalam konsumsi alkohol
6. Tidak menggunakan Safeti belt
7. Kendaraan menggunakan sirene dan lampu rotator
8. Kendaraan over dimensi dan over load.
Delapan poin ini yang akan kami berikan sanksi”, Ucap Tadius.

Reporter : Deni Renaldi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here