Premium & Solar Langkah Untuk Mobil, Kantor Camat ‘Dikepung’ Pengunjuk Rasa

0
575

PARIMO – matarakyatindo.com – Warga Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah Senin (14/10/2019) ‘mengepung’ Kantor Camat Sausu melakukan aksi damai oleh sekelompok Masyarakat dan Pemuda terkait pelayanan pertamina Sausu yang mendahului pengisian jergen.

Akibatnya, terjadi antrean panjang kendaraan kurun waktu satu bulan terakhir, sehingga disinyalir ada permainan ‘kucing-kucingan’ oleh oknum pegawai pertamina Sausu, seperti mendahulukan pengisian jergen dari pada pengisian mobil.

Inilah menyebabkan sejumlah tokoh Masyarakat dan Pemuda yang mengatasnamakan Asosiasi Pemuda Gerakan Peduli Sausu dari desa Sausu Trans, Sausu Taliabo, Sausu Torono dan desa Sausu Auma dibawah pimpinan Guntur Tri Wahyudi selaku korlap.

Massa aksi damai yang berjumlah sekitar 75 orang itu menggunakan kendaraan pickup dan kijang serta 30 unit kendaraan roda dua dengan membawa alat pendukung aksi menggunakan pengeras suara.

Masa aksi menuntut agar pengecer diberikan maksimum 2 jergen jenis Pertalite. Sedangkan penjualan solar diduga telah dimainkan operator karena masing-masing punya jatah.

“Bersihkan pertamina dari premanisme. Pegawai Pertamina harus di revormasi karena ada indikasi korupsi besar-besaran. Sedangkan Industri dan pengecer tidak di perkenankan menggunakan premium dan solar subsidi” teriak korlap.

Masa aksi meminta kepada aparat agar dapat menindak oknum-oknum yang mengatasnamakan petani demi meloloskan pembelian BBM skala besar, sebut Guntur melalui pengeras suara.

Setelah melakukan aksi didepan Kantor Camat, massa aksi damai diterima oleh Camat Sausu berserta staf didampingi Danramil 17/Sausu bersama beberapa anggota Babinsa dan Kapolsek Sausu dan jajarannya.

Camat Sausu Lahaba dalam pertemuan itu mendukung kepada masa aksi soal tuntutan mereka karena ada kepedulian soal langkahnya BBM selama ini di Kecamatan Sausu.

“Saya merasa bangga kepada massa aksi karena semua elemen sangat peduli dengan keluhan massa dan akan saya buktikan apa yang dituntutkan terkait keluhan masyarakat” kata Lahaba.

Camat katakan, berdemo dengan bijak itu dibolehkan tapi jangan sampai anarkis sampai melempar bangunan, karena bangunan-bangunan tidak bersalah yang bersalah itu hanya oknum-oknum saja.

Camat Sausu meminta kepada 10 orang sebagai perwakilan untuk dipertemukan dengan pihak pertamina guna menjawab tuntutan masa aksi dengan melakukan klarifikasi sehingga titik temunya bisa disimpulkan sesuai tuntutan dari massa aksi.

Berikut ini coretan masa aksi yang diterima redaksi matarakyatindo.com melalui catatan khusus,
– Mensinyalir bahwa ada penimbunan skala besar di SPBU Kecamatan Sausu.
– Bahwa di SPBU Kecamatan Sausu masuk 8 ton di SPBU Kecamatan Sausu apakah stok itu tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan SPBU tersebut.
– Pemakaian jergen biasanya sampai 30 jergen full 1 Pick Up sehingga sesuai aturan.
– Pihak Kepolisian harus menyita semua jenis jergen agar kondisi di SPBU stabil kembali.
– Apabila tidak diindahkan atau dilaksanakan maka kemungkinan besar masyarakat akan melaksanakan aksi penutupan Pertamina tersebut.
– Utamakan Kendaraan terlebih dahulu daripada jergen karena perjalanan kendaraan akan melanjutkan perjalanan jauh.
– Agar pemakaian jergen itu dibatasi lagi

Apa jawan Kepala Pertamina SPBU Kecamatan Sausu ? Menurut Rifai, kelangkaan Solar dan Premium berlaku diseluruh SPBU. Namun upaya untuk menstabilkan BBM tetap diupayakan.

“Pembelian BBM jenis solar dan premium itu dari usaha gilingan padi, kaum nelayan, pengairan serta para petani yang membutuhkan bahan bakar untuk operasionalnya” jujurnya.

Ketersediaan stok BBM kata dia hanya sebanyak 8 ton yang tersalurkan setiap harinya. Dan tidak ada penyaluran dipertamina pakai cukong – cukong, karena pertamina menyalurkan bahan bakar tidak pakai pilih kasih. Semua pembeli dilakukan sama dalam penyalurannya.

“Marilah kita sama-sama mengawasi SPBU ini agar kedepannya bisa lebih baik lagi dan jangan saling menyalahkan karena SPBU ini bukan untuk segelintir orang saja tapi untuk semua. Pertamina akan melaksanakan introspeksi pelayanan penyaluran bahan bakar mana yang diutamakan terlebih dahulu dalam penyaluran bahan bakar dimaksud” terangnya.

Kapolsek Sausu mengatakan, pihaknya akan melakukan pengamanan dan pemantauan dilingkungan SPBU 1×24 jam, pengisian BBM saat ini masih lambat dari pihak Depot Pertamina Poso.

“Kalau memang kesepakatan jergen tidak diperbolehkan jangan ada lagi jergen Di Lingkungan SPBU kecuali ada Kebijakan dari Pihak SPBU Pertamina” ungkapnya.

Reporter : Sumardin || Pde

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here