Proses Mediasi Tahap II Kasus ‘Selingkuh’ Anleg Partai Perindo Inisial PP Gagal

0
620

PARIMO | matarakyatindo.com – Dewan Adat Patanggota Parigi Kabupaten Parigi Moutong sebagai penengah dalam kasus dugaan perselingkuhan oknum anggota DPRD Parigi Moutong daerah pemilihan (dapil) Satu dari Partai Perindo inisial PP dalam penanganan proses mediasi tahap II menemui kegagalan.

Padahal surat undangan yang ditujukan kepada yang bersangkutan telah sampai dengan nomor surat : 08/DAP-P/X/2019 yang isinya merujuk hasil konsultasi Dewan Adat Patanggota Parigi dengan saudara PP tanggal 5 Oktober 2019 tentang dugaan perselingkuhan.

Itupun atas permintaan dirinya inisial PP sebagai terpanggil yang menginginkan agar pertemuan tahap ke – II bisa menghadirkan wartawan penulis berita atas dugaan selingkuh tersebut, kata pengurus Dewan Patanggota.

Dalam hasil pertemuan pertama, oknum anleg PP membantah apa yang dipertanyakan Dewan Patanggota. Apa yang menjadi dasar pemberitaan salah satu media itu juga tidak dibenarkannya karena belum ada buktinya.

Bahkan PP menginginkan agar pada pertemuan lanjutan bisa menghadirkan wartawan tersebut supaya bisa ditemui titik pembenaran dugaan ini, pinta oknum Anleg PP dihadapan Dewan Adat Patanggota Magau Parigi.

Ketika proses mediasi ini berlanjut yang terjadwal, Sabtu (19/10/2019) pada pukul 09.00 Wita bertempat desa Parigimpu’u, ternyata oknum anleg ini telah mengabaikan permintaannya sendiri. Sedangkan, oknum wartawan yang diundang saat itu turut hadir.

Lantas apa tanggapan Ketua Dewan Adat Patanggota Parigi atas ketidakhadirnya oknum anleg dalam proses mediasi tahap ke – II itu ?

Menurut H.Andi Tjimbu Tagunu Magau (Radja) Parigi kepada matarakyatindo.com siang ini menyatakan, proses mediasi tahap kedua sebagai tahapan merujuk hasil konsultasi Dewan Adat Parigi dengan saudara Paulus Posodung tanggal 5 Oktober 2019 tentang dugaan perselingkuhan, tidak dianggap gagal.

“Atas ketidakhadiran beliau kepada kami tidak ada pemberitahuan. Namun oknum Anleg ini saya nilai sudah melanggar etika ke-Adatan Patanggota. Dan dia juga tidak bertanggungjawab sebagai wakil rakyat atas dugaan dimaksud” tegas Magau (Radja) Parigi.

Mantan Anggota DPRD tahun 2003 ini mengingatkan kepada oknum anleg untuk selalu mentaati ucapan dirinya saat dilakukan mediasi pertemuan awal. Apa lagi dirinya membantah adanya pemberitaan dirinya soal ‘perselingkuhan’.

“Mengingat dirinya sudah melanggar etika ke-Adatan Patanggota, saya berpesan khususnya kepada ketua Badan Kehormatan Dewan Parigi Moutong untuk menindaklanjuti atas dugaan dimaksud. Kami akan mengirim hasil mediasi ini kepihak anggota Dewan dari Badan Kehormatan dengan tembusan Ketua Partai Perindo Provinsi dan Ketua DPC Perindo Kabupaten” tegas H. Tjimbu.

Reporter : P’De Husain / Deni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here