PT. MBN Gelontorkan CSR Untuk Warga Desa Lahuafu

0
407

Morowali || matarakyatindo.com Kehadiran PT.Mineral Bumi Nusantara (MBN) yang bergerak dibidang pertambangan batu gamping, di Desa Lahuafu Kec.Bungku Timur Kab.Morowali telah menunaikan kewajibannya menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR).

Penyerahan CSR dilaksanakan di gedung Al-Khairaat Desa Lahuafu (20/12), yang dihadiri Sekretaris DLH bersama sejumlah staf, Perwakilan Dinas ESDM Sulteng, Camat Bungku Timur, Kapolsek Bungku Tengah/Bungku Timur dan sejumlah Management PT.MBN serta masyarakat Lahuafu.

Dalam Sambutannya, Kades Lahuafu Feri Syahputra mengapresiasi penyaluran CSR yang diberikan PT.MBN, namun soal CSR tersebut masih perlu penjelasan dari pihak terkait yaitu dari pihak perusahaan maupun dari OPD terkait untuk menjelaskan soal aturan dan tehnis pengelolaan CSR.

Karena sempat ada informasi beredar, bahwa yang akan disalurkan perusahaan adalah pembagian Fee untuk masyarakat bukan CSR.

”Jika memang CSR yang diberikan kepada masyarakat, perlu ada penjelasan soal tehnis pengelolaannya, kalau pun dibagikan semua harus dapat dan harus dibagi sama serta berkeadilan untuk semua masyarakat,” Terang Kades.

Camat Bungku Timur Sustrawan Sp, dalam penyampaiannya berharap kepada masyarakat agar menerima CSR yang diberikan perusahaan walaupun jumlahnya masih jauh dari harapan, tetapi CSR ini sebagai langkah awal bukti komitmen perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.

”Memang kalau mau di hitung jumlah yang diberikan perusahaan, tidak akan cukup jika di bagikan kepada masyarakat tetapi saya harapkan agar kita semua melihat niat baik perusahaan, karena ini baru proses langkah awal,” Jelas Sustrawan.

Mantan Sekcam Bahodopi itu mengajak warga untuk berteman dengan pihak perusahaan, karena tiga komponen yang tidak terpisahkan untuk keberhasilan suatu investor yaitu Pemerintah, Perusahaan dan Masyarakat harus saling bergandengan tangan tidak boleh ada 1 komponen yang tidak dilibatkan.

Sehingga ketiga komponen tersebut bakal bisa maju dan bertumbuh secara ekonomi, khususnya masyarakat sekitar perusahaan merasakan dampak positif akan kehadiran perusahaan.

”Mari kita berteman dengan perusahaan, kita anggap perusahaan ini aset desa, mudah-mudahan kedepan akan lebih baik dan lebih besar CSR yang kita terima lagi,” Jelasnya.

Pihak perusahan Direktur Utama (Dirut) Kwee Karyanto yang diwakili Kepala Tehnik Tambang (KTT), Muhdar ST menjelaskan bahwa tanggung jawab CSR merupakan wadah bagi suatu perusahaan untuk membangun hubungan dengan stakeholder lain, khususnya pemerintah dan masyarakat.

Melalui CSR perusahaan dapat meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif terhadap ekonomi, lingkungan dan sosial, atas beroperasinya perusahaan.

”Kalau di ibaratkan CSR itu seperti jembatan penghubung antara kepentingan perusahaan dengan masyarakat, dengan adanya jembatan tersebut diharapkan bisa muncul kesepahaman dan akhirnya bisa terbangun hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan masyarakat,” Terang Muhdar.

Lebih lanjut, Muhdar menjelaskan bahwa secara otomatis masyarakat yang sudah merasakan manfaat dari kehadiran perusahaan, pasti akan memberikan dukungan terhadap perusahaan sehingga potensi konflik dan gangguan terhadap operasional perusahaan akan semakin mengecil dan masyarakat justru akan menjadi benteng utama bagi perusahaan dalam menghadapi gangguan dari pihak luar.

CSR juga dinilai, bukan sekedar trend sosial namun merupakan sinergi dari upaya yang berkelanjutan untuk program-program sosial demi menciptakan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan dan kemandirian ekonomi.

Misalnya, dana CSR yang dimanfaatkan untuk melakukan pelatihan pengelolaan pertanian modern, agar warga masyarakat memiliki kemampuan meningkatkan produksi pertanian yang lebih tinggi dan berkualitas.

Bisa juga, CSR berupa bantuan peralatan kerja bagi suatu kelompok masyarakat produktif yang selama ini terganjal ketiadaan peralatan kerja, dan CSR juga bisa diarahkan pada perbaikan kualitas SDM di tengah masyarakat, Terang Muhdar.

Olehnya, atas nama perusahaan Muhdar berharap agar CSR yang diterima benar-benar bermamfaat bagi warga, dan Pemerintah Desa diharapkan segera membuat regulasi pemanfaatan CSR sehingga tidak ada kendala dalam penyalurannya.

Mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Zainuddin S.Pd selaku sekretaris DLH berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan soal dampak lingkungan yang timbul dari aktivitas perusahaan agar lingkungan tetap dalam kondisi baik.

”Selaku OPD yang diberi kewenangan untuk melakukan pengawasan mengenai dampak lingkungan, maka komitmen kami untuk terus menciptakan kondisi rona alam tetap terjaga dengan baik meskipun ada aktifitas pertambangan,” Terangnya panjang lebar.

Pantauan wartawan media ini, penyerahan CSR berupa sejumlah uang kurang lebih Rp.120 juta dan 10 buah mesin ketinting, serta sejumlah obat-obatan pertanian, diserahkan langsung pimpinan management perusahaan kepada kepala Desa Lahuafu, disaksikan Camat Bungku Timur, Kapolsek Bungku Tengah dan unsur lainnya serta disaksikan seluruh masyarakat yang hadir.

Reporter : Tar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here