Rakor PPH Protokol Kesehatan Covid-19 Pilkada Serentak 2020 Dilaksanakan secara virtual

0
44
Editor : Sumardin (Pde)

PARIMO | matarakyatindo.com – Pelaksanaan Rapat Koordinasi Pengamanan dan Penegakan Hukum (PPH) Protokol Kesehatan Covid-19 Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 saat ini dilaksanakan secara virtual melalui video conference di Ruang Kerja Bupati Parigi Moutong, Rabu (09/09/2020).

Rakoor tersebut dihadiri Wakil Bupati Badrun Nggak SE bersama Kapolres, Pabung TNI 1306 Donggala, Kejaksaan, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Kesbangpol dan BPBD Kabupaten Parigi Moutong.

Rapat kali ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD didampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pusat, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, Kabin dan Kasatgas Covid-19.

Mendagri M. Tito Karnavian, melaporkan Provinsi, Kabupaten/Kota yang telah menetapkan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

Sebanyak 32 Provinsi sudah selesai menyusun dan menerapkan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di Daerah pada masa pandemi covid-19. Sedangkan 2 Provinsi lagi masih dalam proses penyelesaian peraturan.

Ke-32 Provinsi yang sudah menyelesaikan Perkada mencakup 346 Kabupaten/Kota atau sebesar 68 persen. Kemudian, 14 persen atau 73 Kabupaten/Kota masih dalam tahap penyelesaian dan 18 persen atau 95 Kabupaten/Kota belum menyelesaikan Perkada, tutur Tito Karnavian.

Mendagri menyebut, Indeks potensi kerawanan Pilkada serentak yang akan dihelat 9 Desember 2020 mendatang berpotensi kerawanan yang dilihat dari dimensi penyelenggara, dimensi peserta, partisipasi Masyarakat, dimensi potensi gangguan kamtibmas dan dimensi ambang gangguan.

“Tingkat Provinsi yang masuk wilayah rawan adalah Jambi, Bengkulu, Sulteng dan Kaltra sedangkan wilayah kurang rawan adalah Sumbar, Kalsel, Kalteng, Kepri dan Sulut” sebut Mantan Kapolri ini.

Sementara, untuk Daerah di zona oranye Tingkat Kabupaten yang masuk wilayah rawan seperti Kabupaten Mamaju, Tapsel, Nabire, Monokwari, Dompu, Peg. Bintang, Supiori dan Nias Selatan.

Sedangkan bagi Daerah di zona merah Tingkat Kota yang masuk wilayahnya sangat rawan adalah Batam, Medan dan untuk wilayah rawan Binjai, Ternate, Palu, Pematang Siantar, Makasar, Samarinda, Kep Tidore, Sungai Penuh, Tangsel dan Balikpapan, ujar Mendagri Tito Karnavian.

Wakil Bupati Badrun Nggai, SE saat di temui mengatakan, sehubungan penyampaian Mendagri terkait Perkada tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan di Daerah pada masa pandemi covid-19 dan Indeks Potensi Kerawanan Pilkada Serantak, harus menjadi pegangan.

“Senin, 07 September 2020 kemarin, telah melakukan rapat terkait penyusunan dan penerapan Perkada tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di Daerah pada masa pandemi covid-19. Hasil rapat saat itu, memerintahkan BPBD dan Bagian Hukum dan Perundang Undangan untuk segera mungkin membuat Perkada tersebut dengan deadline minggu kedua bulan September 2020 sudah harus selesai. Tolong Humas ditanyakan ke Bagian Hukum, sejauh mana penyusunan Perkada yang telah saya perintahkan itu”. Tutur Wabup dengan nada tinggi.

Sehubungan dengan Potensi Kerawanan Pilkada, kata Badrun persoalan ini sudah berkoordinasi ke Kapolres, Pabung TNI 1306 Donggala, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Kejaksaan, Kesbangpol dan BPBD dalam menghindari Daerah Parigi Moutong menjadi salah satu daerah rawan pelaksanaan Pilkada yang telah disampaikan Mendagri.

Wabup meminta melalui Forkopimda untuk merapkan sungguh-sunggung Peraturan dan Itruksi Bupati terkait wewenang tugas pos perbatasann Kecamatan Moutong dan melaksanakan Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan kepada seluruh masyarakat dengan tanpa membeda-bedakan, termasuk saya peribadi.

“Saya pastikan bersama Forkopimda dan masayarakat dengan semangat gotong royong dan tanggung jawab, ini akan menjaukan kita dengan covid-19” tutup Wabup.

Sumber : Humas Pemda Parimo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here