Ratusan Mahasiswa Beri “Kuliah” Anleg Morowali

0
297
(Foto : Patar)

Morowali – matarakyatindo.com Penolakan revisi UU KPK dan UU KUHP bukan saja digelorakan oleh Mahasiswa di jakarta tetapi ratusan Mahasiswa di Kab.Morowali ikut melakukan penolakan yang disalurkan lewat lembaga terhormat DPRD Morowali.

Namun, ada hal berbeda dari aksi yang dilakukan (26/9), para generasi penerus bangsa itu yang tergabung dari berbagai universitas yakni Mahasiswa Untad II, Mahasiswa Politehnik Industri Logam, dan Mahasiswa Stikes Bataguru dengan mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Morowali (AMM), yakni menambahkan beberapa tuntutan keresahan mahasiswa dan Masyarakat Morowali yang dirasakan selama ini.

(Foto : Patar)

“Seperti jalan menuju kampus Untad II Morowali sangat memprihatinkan, permasalahan sampah di desa Tabo Kec.Bahodopi sudah mengeluarkan aroma tak sedap, status tanah warga Trans Bahoe reko-reko Kec.Bungku Barat hingga kini belum jelas,” Terang Riksandi dan Hidayatullah Mahasiswa Untad II Morowali menambahkan keterangan saat prosesi dialog berlangsung yang dipimpin Wakil Ketua II DPRD Morowali Asgar Ali.

Kondisi tersebut terkesan bahwa selama ini para wakil rakyat yang duduk dilembaga terhormat itu abai akan keluhan yang dirasakan masyarakat Morowali, nanti ratusan Mahasiswa turjun digedung parlemen Morowali baru mendapat tanggapan serius yang dituangkan lewat Berita Acara Kesepakatan (BAP).

(Foto : Patar)

Tidak heran, saat prosesi dialog berlangsung antara Mahasiswa dengah 6 Anleg yang hadir diruangan rapat DPRD Morowali sempat terjadi perdebatan alot soal sikap Anleg Morowali terhadap tuntutan Mahasiswa bahkan Mahasiswa sempat mengajari Anleg Morowali soal saluran yang akan digunakan untuk merealisasikan seluruh tuntutan Mahasiswa.

“Kami harapkan lembaga DPRD Morowali agar melayangkan sikapnya kepada DPRD Provinsi Sulteng hingga ke tingkat pusat bisa terkawal sehingga kami mendapat kepastian bahwa tuntutan penolakan soal RUU KPK dan RUU KUHP kontroversial terealisasi termasuk sejumlah hal tuntutan persoalan di Morowali,” Pinta Deky selaku ketua BEM Untad II dengan suara lantang.

Asgar Ali yang memimpin jalannya proses dialog mengaku sependapat dengan tuntutan AMM yaitu menolak revisi UU KPK dan UU KUHP yang kontrovesial ada sekitar 21 pasal.

“Penolakan terhadap semua yang menjadi isu nasional akan kami tempuh melalui mekanisme dan tahapan yang ada agar ditindaklanjuti,” Jelas kader partai Gerindra itu panjang lebar.

Selain itu persoalan Morowali yang disampaikan AMM akan menjadi agenda pembahasan Anleg Morowali dalam waktu dekat, salah satunya persoalan jalan menuju kampus Untad II yang selama ini dikeluhkan Mahasiswa.

“Dalam rangka untuk meningkatkan daya dukung pendidikan kita mendorong agar secepatnya jalan tersebut di aspal, bahkan tahun anggaran 2020 kita dorong Pemerintah untuk memprioritaskan jalan tersebut.
Olehnya dalam waktu dekat kita akan undang instansi terkait PUPR dan DLH dengan melibatkan adik-adik Mahasiswa,” Jelas Asgar disambut tepuk tangan dan yel-yel dari Mahasiswa.

Berikut beberapa tuntutan AMM kepada DPRD Morowali yakni:

1.Menolak RUU KPK yang baru saja disahkan dan menyarankan agar dilakukan peninjauan kembali

2.Menolak RUU KUHP dengan pasal-pasal kontroversialnya
3.Menolak RUU Pertanahan dan RUU lainnya yang tidak pro pada kepentingan rakyat

4.Mendesak DPRD Morowali agar mengambil sikap yang sama dengan sikap Mahasiswa terkait point 1,2,dan 3 serta meneruskan pernyataan sikap ini pada tingkatan selanjutnya untuk ditindaklanjuti.

5.Mendesak DPRD Morowali memberikan porsi anggaran untuk pengaspalan jalan menuju kampus Untad II Morowali.

Adapun tanggapan hasil pernyataan sikap DPRD Morowali yakni menerima tuntutan Mahasiswa sebagai berikut:

1. Memfasilitasi Aspirasi tuntutan tersebut secara berjenjang dari DPRD Morowali ke DPRD Provinsi Sulteng dan selanjutnya ke DPR RI

2. Menyampaikan tuntutan Mahasiswa secara berjenjang yakni ke Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati dan Gubernur Prov.Sulteng yang selanjutnya ke Presiden RI.
3. Terkait tuntutan pada point 5 DPRD Morowali akan segera menindaklanjuti pada instansi terkait demi kepentingan Mahasiswa dan masyarakat.

BAP tersebut ditandatangani oleh masing-masing pihak, dari DPRD Morowali Asgar Ali selaku pimpinan rapat, Aksa Ishak Anggota DPRD, Putra Bonewa Anggota DPRD, Dg.Pasolong Anggota DPRD, Subhan Matorang Anggota DPRD, Sumardin M Anggota DPRD.

Perwakilan dari Mahasiswa Deky Setiawan Hafid selaku ketua BEM Untad II, Hidayatullah Ariflan selaku ketua komisaris Untad II, Muhammad Sandi Ketua BEM Politeknik Indsutri, Arianti Ketua BEM Stikes Bataraguru.

Setelah usai melakukan penandatanganan para Mahasiswa membubarkan diri dengan tertib dan berjalan kaki mengarah ke kota Bungku, dikawal Kapolsek Bungku Tengah AKP. Rapar berjalan kaki barisan paling terdepan.

Reporter : Patar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here